suplemenGKI.com

1Raja 19:9-18

 

Membanggakan Kesuksesan Masa Lalu Tidak Ada Gunanya

Pengantar:
            Tidak sedikit orang, yang masa lalunya sukses itu selalu dibangga-banggakan. Entah itu sukses dalam hal: karier, kedudukan maupun pelayanan di gereja. Mereka akan cenderung menjadikannya  sebagai suatu nilai yang tidak boleh dilupakan dalam hidupnya. Padahal sikap membanggakan kesuksesan masa lalu itu justru bisa menghambat untuk menjadi lebih bermakna bagi sesama. Kesuksesan masa lalu hanyalah bagian dari perjalanan hidup. 

Pemahaman:

  1. Apakah sesungguhnya inti dari jawaban Elia atas pertanyaan Tuhan di ayat 9-10, 13-14?
  2. Apa tujuan Allah menunjukkan kedahsyatan kuasa-Nya melalui fenomena alam? (v. 11-12)
  3. Apa makna perintah Tuhan, agar Elia mengurapi orang-2 seperti tertulis pada ayat 15-18?

Sebanyak dua kali Tuhan bertanya kepada Elia, “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” Jawaban Elia konsisten, yaitu bahwa dialah yang paling giat bekerja bagi Tuhan, paling setia pada panggilannya walaupun semua yang lain meninggalkan Tuhan. Mungkin menurut Elia itulah jawaban yang paling menyenangkan hati Tuhan. Walaupun sesungguhnya antara pertanyaan Tuhan dan jawaban Elia itu tidak ada korelasinya. Terlepas dari apakah maksud Elia, adalah suatu pengaduan atau semacam laporan, tetapi inti dari jawaban Elia adalah kisah memori masa lalu yang tidak diharapkan oleh Tuhan. Karena memori masa lalu Elia telah berhenti lari dalam ketakutan. Tuhan menginginkan agar Elia memandang masa depan sebab Tuhan telah menyiapkan rencana besar baginya. Itulah sebabnya Tuhan menunjukkan siapa diri-Nya melalui fenomena alam kepada Elia (v. 11-12) Tetapi itu ternyata masih belum mampu menyadarkan Elia. Maka ketika Tuhan bertanya untuk ke dua kalinya, jawaban Elia tetapi pada orientasi kebanggaan masa lalu (v. 13-14) Namun Tuhan tidak kekurangan cara untuk menyadarkan Elia. Di ayat 15-18 Tuhan secara to the point, memerintahkan agar Elia kembali ke Damsyik untuk mengurapi Hazael, Yehu dan Elisa. Orang-orang yang telah dipersiapkan Allah demi rencana besar-Nya untuk memulihkan kerajaan Israel dari ketidaktaatan, ketidaksetiaan kepada Tuhan (Lih 18;20-22)

 

Refleksi:
Mari kita renungkan sejenak. Saudara, jika kita keliru menyikapi kesuksesan masa lalu kita maka itu hanya akan menjadi memori masa lalu, tetapi jika kita menyikapi kesuksesan masa lalu dengan benar, maka itu akan menunjang rencana besar Allah bagi generasi kita selanjutnya.

 

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya tidak dibelenggu kesuksesan masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai sarana Allah untuk menjadikan hidup ini lebih bermakna bagi sesama.

 

Tindakan:
Menghayati, jika saya: pernah, sedang dan menuju menjadi orang sukses maka saya akan menghayatinya sebagai anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri terus menerus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*