suplemenGKI.com

MENGUNGKAP YANG TERSEMBUNYI

Amos 5:21-25

 

PENGANTAR
Secara umum “agama” dan “beragama” dipandang sebagai sumber kebenaran dan kebaikan sosial.  Namun faktanya, keduanya sering juga menjadi ‘tempat’ dimana praktik-praktik korupsi dan ketidakbenaran lainnya bersembunyi.  Keadaan yang kurang lebih sama dengan situasi yang dihadapi Nabi Amos yang diutus Tuhan di tengah-tengah umat-Nya.  Mari kita baca dan pelajari! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 21-23      : Apa pesan dan kritik Allah melalui Nabi Amos?
  • Ayat 24           : Apa yang Allah ingin Israel lakukan dan upayakan?
  • Ayat 27           : Apa janji Allah kepada umat-Nya?
  • Setujukah saudara bahwa agama/beragama sering sekadar menjadi bungkus?
  • Mengapa agama/beragama yang seperti itu mudah terjadi?

Pada zaman nabi Amos, terjadi kemerosotan sosial dan moral, baik di Israel maupun di Yehuda. Penduduk banyak melakukan ketidakadilan sosial dan kemunafikan rohani.  Ketimpangan ini menjadi perhatian nabi Amos dengan mengatakan bahwa bangsa Israel telah ‘menjual orang benar karena uang’ (Amos 2:6).  Bersamaan hancurnya moralitas dan keadilan itu, ia  juga melihat ibadah-ibadah Israel yang teratur ternyata merupakan ‘bungkus’ atau tipuan di hadapan manusia (Amos 5:4-5, 21-24).  Walaupun mereka tetap menjalankan ibadah yang teratur kepada TUHAN (Amos 4:4-5; 5:21-26) termasuk tetap memelihara Sabat (Amos 8:5), tetapi hidup mereka secara keseluruhan bertentangan dengan keagamaan mereka.

Sayangnya, Israel tidak menyadari bahwa keadaan sulit yang dihadapi berkenaan dengan sikap hidup yang bergelimang dosa.  Israel justru menaruh harapan palsu akan datangnya “Hari Tuhan” supaya hidup mereka dipulihkan, tanpa mengalami pertobatan.  Nabi Amos menyindir Israel dengan berkata, “celakalah mereka yang menginginkan hari Tuhan!  Apakah gunanya hari Tuhan itu bagimu?” (ay.18).  Alih-alih menantikan pertolongan Tuhan melalui hari Tuhan, justru yang terjadi adalah pernyataan tegas Tuhan melalui hamba-Nya, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu” (ay.21).  Hari Tuhan menjadi alat-Nya mengungkap dosa tersembunyi dan menegakkan penghukuman atas umat-Nya, “Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik” (ay.27).  Hari Tuhan menjadi wujud kegeraman hati-Nya membongkar dosa, sekaligus wujud kasih-Nya agar umat hidup dalam pertobatan.  Orang percaya masa kini dipanggil untuk mengembangkan kehidupan yang mencerminkan kebenaran dan keluhuran ibadah kristiani, sehingga hari Tuhan yang dinantikan bukan menjadi saat yang menakutkan tetapi membahagiakan dan membanggakan karena Tuhan berkenan menyatakan berkat-Nya di akhir kehidupan bagi umat-Nya.

REFLEKSI
Mari renungkan: ketertiban datang beribadah seharusnya selaras dalam keseharian hidup bukan hanya sekadar ‘bungkus’ agar tampak baik.  Mari, memperbaiki hidup melalui integritas diri.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar hidupku ketika di rumah Tuhan (ibadah) sama baiknya dengan keseharian dalam keluarga dan pekerjaan.

TINDAKANKU
Aku mau berusaha menjaga perkataan dan perbuatanku dalam keluarga serta pekerjaan sama seperti saat aku berusaha menjaga ibadahku di gereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*