suplemenGKI.com

Selasa, 7 Juni 2016

06/06/2016

MENJADI PENOLONG BUKAN PENJERUMUS

1 Raja-Raja 21:5-16

 

Pengantar
Ada banyak orang berkata: di balik keberhasilan suami ada seorang istri mendukung di balik layar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kehadiran orang-orang yang mampu mendukung diri kita dengan segala keterbatasannya. Akan tetapi siapa sangka kehadiran seseorang bisa pula menjerumuskan untuk bertindak jahat, seperti yang dilakukan oleh Izebel, istri Ahab.

Pemahaman

  • Ayat 5-6         : Apa yang dilakukan oleh Izebel ketika melihat suaminya kesal?
  • Ayat 7-10       : Apa yang sedang direncanakan Izebel terhadap Nabot?
  • Ayat 11-14    : Bagaimana cara para pemuka dan tua-tua melaksanakan perintah Izebel terhadap Nabot?
  • Ayat 15-16    : Apa yang dilakukan oleh Izebel dan Ahab ketika tahu bahwa Nabot sudah mati?

Izebel, istri Ahab, mengetahui bahwa suaminya sedang kesal maka ia mencari tahu penyebabnya. Izebel yang mendengar keluhan suaminya, segera merencanakan pembunuhan terhadap Nabot ( v. 7-10 ) dengan cara: menulis surat atas nama Ahab, menggunakan meterai raja, mengirim surat pada tua-tua dan pemuka untuk memaklumkan puasa atas seluruh kota seolah-olah mengisyaratkan ada dosa yang sungguh hebat dan meminta dua orang dursila sebagai saksi palsu terhadap Nabot. Apa yang dilakukan oleh Izebel sungguh licik. Bahkan dengan kelicikannya ia merencanakan kematian Nabot dengan cara menuduh Nabot mengutuki Allah sehingga Nabot dilempari batu sampai mati. Izebel bermaksud menerapkan Hukum Taurat kepada Nabot. Hukum Taurat melarang seseorang mengutuki Allah dan raja. Para pemuka dan tua-tua segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Izebel ( v. 11-12 ). Dua orang dursila memberikan keterangan palsu kepada Nabot, sehingga Nabot dibawa ke luar kota dan dilempari dengan batu sampai ia mati ( v. 13 ). Tetapi kesaksian dua orang dursila tersebut tidaklah diperiksa. Ketika Nabot mati, berita tentang kematiannya terdengar ke telinga Izebel dan Ahab, kemudian Ahab mengambil kebun anggur Nabot untuk menjadi miliknya. Namun jika kita membandingkan dalam 2 Raja-Raja 9:26, rupanya Nabot dihukum mati dengan seluruh keluarganya (anak-anaknya ). Bisa jadi tindakan ini diambil agar kebun anggur tersebut tidak jatuh ke tangan anak-anaknya.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah: (1.) Kehadiran kita di tengah-tengah keluarga, bukan untuk menjerumuskan mereka dalam dosa, melainkan menopang untuk bertumbuh dan memberikan kesejukan bagi jiwa yang penat (2.) Apa yang dilakukan oleh seorang pemimpin akan berdampak bagi warganya.

Refleksi
Sejenak pandanglah foto kenangan bersama keluarga. Pikirkanlah: “apa yang sudah aku lakukan untuk mereka? Apakah kehadiranku sungguh-sungguh memberikan kesejukan atau duri bagi keluargaku? Apakah yang ku lakukan untuk mereka adalah sesuatu yang baik, atau justru melemahkan mereka?

Tekad
Tuhan, ampuni aku bila selama ini aku tidak mampu menjadi penolong bagi suamiku, istriku, dan orang tua baik bagi anak-anakku. Bantulah aku untuk menjadi seorang yang berhikmat, sehingga kehadiranku sungguh berharga bagi mereka.

Tindakan
Aku mau menghibur suami, istri, atau anak-anakku di kala mereka sedang mengalami kepenatan. Aku tidak akan menjadi api bagi mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»