suplemenGKI.com

KECAPLAH & LIHATLAH BETAPA BAIKNYA TUHAN

Mazmur 34:1-9

 

Pengantar
Apakah Saudara percaya kalau jeruk itu manis? Bila hanya memandang jeruk dari kejauhan tentu tak dapat membuat kita yakin bahwa jeruk itu manis. Kita perlu mencicipinya agar benar-benar yakin. Bagaimana dengan manisnya kasih dan kebaikan TUHAN? Apakah Saudara meyakininya?  Apakah Saudara benar-benar telah mengalami kasih dan kebaikan TUHAN? Marilah kita merenungkannya. 

Pemahaman

  • Ayat 1     : Apakah yang dialami Daud sehingga memberi inspirasi lahirnya Mazmur 34?
  • Ayat 2-5 : Mengapa Daud  memuji dan memuliakan TUHAN?
  • Ayat 6-9 : Apakah yang membuat Daud dan orang beriman selalu memiliki semangat dan wajah yang berseri-seri?
  • Ayat 9    : Mengapa Daud mengajak kita untuk mengecap dan melihat kebaikan TUHAN?

Mazmur ini ditulis Daud bukan ketika ia sudah menjadi raja atas Israel, bukan pula saat berada dalam situasi yang baik dan tenang melainkan saat ia melarikan diri dari kejaran Saul yang berusaha untuk membunuhnya.  Tragisnya saat lari ke daerah Filistin, raja Filistin mengenali dia sebagai pahlawan Israel yang telah membinasakan banyak perwira-perwira Filistin sehingga raja itu pun berniat membunuhnya juga.  Daud benar-benar dalam keadaan terjepit! Namun ia tidak kalut, takut dan frustasi.  Daud justru mengarahkan pandangannya kepada TUHAN dan mengingat-ingat kebaikan-Nya sehingga ia tetap bisa memuji-muji TUHAN.

Mengapa Daud bisa memuji TUHAN saat berhadapan dengan situasi yang sulit? Sebab ia telah mengalami kasih dan kebaikan TUHAN. Baginya, kasih dan kebaikan TUHAN bukan hanya sebuah cerita tapi pengalaman nyata. Ketika menjadi gembala, Ia ditolong TUHAN saat berhadapan dengan singa atau beruang yang berusaha untuk menerkam kawanan domba yang digembalakannya. Juga ia merasakan campur tangan TUHAN saat  berperang melawan musuh. TUHAN  telah memberinya kemenangan. Oleh karena itulah di tengah situasi yang sulit dan terjepit bahkan seolah tanpa harapan, Daud tetap percaya ada kebaikan dan perlindungan TUHAN.

Melalui Mazmur yang ditulisnya, Daud mengajak kita mengecap segala kebaikan TUHAN.  Kata  ‘kecaplah’  (Ibrani:  ta’am)  artinya merasakan, sedangkan kata  ‘lihatlah’  (Ibrani:  ra’ah)  artinya memperhatikan atau memeriksa.  Yang perlu dirasakan dan diperhatikan adalah kebaikan TUHAN.  Akhirnya Daud pun dapat berkata,  “Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.”  (Mazmur 34:11).

Kebaikan TUHAN itu bukan hanya diperbincangkan tapi perlu terus dikecap (dirasakan) dan diperhatikan. Bila hal ini kita lakukan, maka kita akan terus memiliki pengharapan di tengah tekanan dan beban persoalan. Sesungguhnya sumber pengharapan orang beriman adalah kebaikan TUHAN yang tak pernah habis.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah perjalanan hidup Saudara. Apakah Saudara merasakan kebaikan TUHAN saat perjalanan hidup suram di tengah kesulitan dan persoalan? Ingatlah, orang beriman tidak mengarahkan pandangannya hanya pada masalah tapi lebih memandang ALLAH yang tak pernah melepaskan tangan-Nya untuk menopang umat-Nya.

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu memandang Engkau lebih dari memandang kesulitan dan persoalan. Bantulah aku untuk selalu mampu mengecap dan melihat kebaikan-Mu dalam segala musim kehidupan. 

Tindakanku
Setiap hari aku akan merenungkan, mencatat dan mensyukuri kebaikan TUHAN yang kualami hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«