suplemenGKI.com

Bacaan : 2 Raja-raja 2 : 10 – 22

Menyambut tugas baru dengan kuasa Allah

PENGANTAR
Syarat yang di ajukan Elia bagi Elisa untuk mendapat dua bagian dari rohnya adalah “jika Elisa dapat melihat Elia terangkat” maka Elisa akan mendapat apa yang dimintanya. Permintaan Elisa itu adalah mustahil untuk dikabulkan, sedangkan syarat dari Elia juga mustahil untuk dilakukan. Namun tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia yang memiliki otoritas dan kuasa atas manusia yang akan memberikan kuasa kepada Elisa melanjutkan tugas kenabian Elia setelah Elia mangkat. Bagaimanakah Elisa menjalani tugas barunya sebagai seorang nabi  ? marilah kita menyimak  renungan hari ini.

PEMAHAMAN.

  1. Bagaimana perasaan Elisa ketika menerima tugas baru sebagai seorang nabi menggantikan Elia ? ( 11-13 )
  2. Bagaimana Elisa meyakini bahwa roh Elia dan kuasa Allah telah di terimanya ? ( ayat 13-14 )
  3. Bagaimana Elisa mengerjakan tugas pelayanan yang baru ? ( ayat 19-22 )

Elisa melihat peristiwa ketika gurunya ( Elia ) terangkat ke sorga di jemput kereta berapi dan kuda berapi ( ayat 11 ). Pada saat itulah Elisa berteriak, “bapaku, bapaku !” ( ayat 12 ). Dengan melihat peristiwa tersebut berarti Tuhan mengabulkan permintaaan Elisa menerima bagian dari dua roh Elia atau lebih jelasnya Elisa menerima kuasa Allah.

Nabi Elia telah terangkat ke sorga, kini tugas kenabian turun kepada Elisa. Sudah barang tentu Elisa menerima tugas tersebut dengan senang hati. Ia yakin bahwa Allah akan selalu beserta. Untuk meyakinkan hal itu, maka Elisa memungut jubah Elia yang terjatuh lalu jubah itu dipukulkan ke atas air sungai Yordan dengan berkata, “Dimanakah Tuhan, Allah Elia ?”. Seruan Elisa tersebut berarti Elisa memohon kepada Allah untuk melakukan tugasnya dengan kuasa Tuhan. Maka air itu terbelah menjadi dua, sehingga Elisa berjalan di atas tanah kering. Kini Elisa semakin yakin bahwa ia di beri otoritas oleh Allah untuk melakukan pekerjaan yang besar bagi Allah. Setelah peristiwa tersebut Elisa langsung diperhadapkan kepada pelayanan nyata, yaitu menyehatkan air di Yerikho. Air yang dibutuhkan masyarakat Yerikho tidak sehat/beracun disehatkan oleh nabi Elisa. Beginilah Firman Tuhan, “Telah kusehatkan air ini…….”. (ayat 21). Maka air itu menjadi sehat. (ayat 22 ).

Melalui peristiwa ini kita diajak untuk memahami bahwa tugas panggilan melayani Tuhan harus disambut dengan suka cita. Namun harus dijalankan dengan ketulusan dan kerendahan hati. Sehingga ketika kuasa Allahh terjelma dalam karya pelayanan, kita dapat menyikapi dengan rasa hormat kepada Allah, bahwa Allahlah yang sanggup melakukan semua ini. Sehingga segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : jika saudara di percaya melayani Tuhan, bagimana perasaan saudara ? dan bagaimana seharusnya saudara menjalankan tugas ?

TEKADKU
Ya Tuhan saya berterima kasih atas kepercayaan untuk melayani-Mu, kiranya Allah Roh Kudus selalu membimbing dalam setiap langkah pelayananku.

TINDAKANKU
Saya harus mengerjakan tugas pelayanan di bidang saya dengan penuh sukacita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«