suplemenGKI.com

PEMELIHARAAN YANG MENGAGUMKAN (bagian 2)

1 Raja-Raja 17:10b-16

 

Pengantar
Kemarin kita telah merenungkan bahwa ada begitu banyak cara yang Tuhan lakukan untuk memelihara umat-Nya. Hal itu jugalah yang Ia nyatakan pada nabi Elia. Di tengah kekeringan yang melanda, Tuhan menyuruh Elia untuk pergi ke Sarfat. Tuhan bukan hanya akan menyatakan pemeliharaan-Nya pada Elia, tetapi juga untuk janda di Sarfat. Janda ini bukan orang berada. Namun dalam segala kekurangannya dan sempat mengalami kekhawatiran, ia mau melakukan apa yang Allah minta melalui Elia.

Pemahaman

  • Ayat 10b-12  : Apakah yang Elia minta dari janda itu? Bagaimana respon janda itu atas permintaan Elia
  • Ayat 13-14    : Bagaimanakah Elia meyakinkan janda itu untuk tidak takut akan pergumulan yang dirasakannya?
  • Ayat 15-16    : Apa yang terjadi ketika janda itu melakukan perintah Elia?

Ketika Elia tiba di pintu gerbang kota, maka tampaklah seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Elia berseru kepada perempuan itu agar perempuan itu memberinya minum. Permintaan pertama Elia ini mampu diberikan oleh perempuan itu karena ia masih dapat memberikannya pada Elia. Tetapi ketika ia pergi mengambilnya, Elia berseru kembali agar perempuan itu memberikan padanya sepotong roti (ayat 11). Pada permintaan yang kedua, janda ini mulai mengungkapkan pergumulannya yang mana ia sedang dilanda kemiskinan (ayat 12). Janda ini tahu bahwa Elia adalah seorang abdi Allah, namun ia kuatir tak mampu memberikan roti yang diminta Elia karena ia hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli, setelah diolah dan dimakan, ia tak memiliki apa-apa lagi. Ia hanya menunggu saat-saat kematian datang, karena tak ada lagi bahan makanan yang dapat diolah. Di tengah kekuatiran yang dihadapinya, Elia berusaha meyakinkan janda itu untuk tidak takut sebab Tuhan Allah akan memeliharanya, sehingga ia tidak mati kelaparan. Elia meyakinkan bahwa Tuhan akan membuat tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli-buli itu tidak akan berkurang sampai Tuhan memberi hujan ke atas muka bumi (ayat 14). Tanpa menolak lagi, janda itupun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Elia. Lalu sesuai apa yang diucapkan Elia, maka tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli-buli tidak berkurang (ayat 16). Dari peristiwa ini kita melihat bahwa dengan segala keberanian yang dimilikinya,  ia mau melakukan seperti yang Elia perintahkan kepadanya. Janda ini percaya bahwa Allah tidak akan membiarkannya hidup dalam kesengsaraan. Hari ini kita belajar bahwa sadar atau tidak, kekuatiran akan membuat seseorang menjadi egois. Sebaliknya, jika dalam kekuatiran kita memiliki iman yang besar, maka kita akan menjadi seorang yang konsisten untuk selalu bersyukur dan siap menghadapi berbagai tantangan.

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah: Kekhawatiran apa yang saat ini sedang saudara alami? Apa yang telah saudara lakukan untuk mengatasi kekhawatiran yang terjadi saat ini? Bertekun dalam iman-kah, atau bertekun dalam kerapuhan? Lepaskan segala kekhawatiran hanya pada Tuhan, sebab ia akan memelihara hidup kita.

Tekadku
Tuhan, aku mau tetap percaya akan janji pemeliharaan-Mu dalam hidupku.

Tindakanku
Mulai hari ini, aku mau melepaskan kekhawatiran yang ada dengan bersedia untuk setia kepada-Nya dan tetap melakukan apa yang Tuhan perintahkan dalam hidupku

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«