suplemenGKI.com

MARKUS 12: 38-40

“KESALEHAN YANG PALSU”

Masih ada orang yang menggunakan jabatan gerejawi lebih sebagai hak istimewa yang tidak disertai dengan kewajiban ataupun tanggung jawab. Ada yang ingin dihormati secara khusus, diperlakukan dengan istimewa, dan hal-hal lain yang mendatangkan keuntungan secara pribadi. Kenyataan ini mengingatkan kita pada kelompok orang Farisi dan ahli Taurat di zaman Perjanjian Baru. Jika orang Kristen zaman sekarang, para pejabat gerejawi, tidak berhati-hati, kita bisa terjebak dalam praktik hidup seperti orang-orang tersebut.

 

PERTANYAAN PENUNTUN

  1. Peringatan apa yang Yesus katakan diawal tegurannya tentang ahli Taurat? (ayat 38)
  2. Keuntungan apakah yang berusaha didapatkan para ahli Taurat dari para janda? (ayat 40)
  3. Usaha apa saja yang dilakukan para ahli Taurat untuk menunjukkan kesalehannya? (ayat 38-40)
  4. Bagaimana Tuhan menilai dan menyikapi ‘gaya hidup’ para ahli Taurat? (ayat 40b)
  5. Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar meneladani gaya hidup Kristus dan bukan gaya hidup ahli Taurat?

 

RENUNGAN

Ahli Taurat adalah golongan pengajar dan penafsir Perjanjian Lama, khususnya kitab Musa (Taurat). Mereka mengajarkan bahwa Mesias yang akan membawa kehormatan bagi bangsa mereka, haruslah merupakan keturunan dari keluarga raja mereka, dan itu bukan Yesus dari Nazaret.

Bukan hanya pengajaran mereka yang keliru, tetapi juga gaya hidup mereka sungguh menyesatkan. Mereka selalu merasa sebagai kelompok elite tertentu dalam keagamaan Yahudi.  Mereka menunjukkan kesalehan mereka dengan berjalan-jalan di depan umum, memakai jubah panjang sebagai lambang kehormatan seseorang pada zaman itu.

Namun dibalik semua gaya hidup saleh dan arogansi kelompok mereka, ternyata kesalehan mereka adalah palsu. Mereka memeras janda-janda miskin demi nama dan keuntungan kelompok mereka.

Yesus memperingatkan orang banyak, termasuk kita di zaman sekarang ini, agar tidak meniru gaya hidup kelompok ahli Taurat yang penuh dengan kepalsuan.  Karena itu Yesus memperingatkan kita dengan ungkapan, “hati-hatilah!…”  dan mengatakan bahwa orang-orang yang demikian akan menerima hukuman yang lebih berat.  Sebab mereka tahu mana yang benar tetapi tidak melakukan apa yang benar.

Jabatan gerejawi, pelayanan tertentu yang kita lakukan, janganlah menjadi ajang pamer kesalehan belaka untuk meninggikan diri, melainkan harus menjadi kesempatan untuk menunjukkan pengabdian hidup kepada Tuhan, yang diwujudkan secara nyata kepada sesama kita.  Kristus meneladankan kepada kita bahwa semua pengajarannya bukan hanya teori, melainkan terwujud dalam seluruh bagian hidupNya.  Termasuk bagaimana Ia menyangkal diriNya demi memuliakan BapaNya. Kita pun harus mengikuti gaya hidup Kristus.  Bukan mengejar kesombongan dan penilaian manusia, melainkan sungguh-sungguh mengasihi, melayani Tuhan dengan tulus dan memperhatikan sesame sebagai bukti nyata pertumbuhan rohani kita.

 

“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” Yakobus 2:22

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*