suplemenGKI.com

SELASA, 6 MEI 2014

05/05/2014

Kisah Para Rasul 2:42-47

PERJUMPAAN YG BERDAMPAK PADA KUALITAS HIDUP (Bagian 2)

 

Pengantar
Hari kemarin kita telah merenungkan bagaimana jemaat mula-mula memiliki kerinduan untuk bersekutu yang diisi dengan ketekunan membaca firman Tuhan  dan berdoa.  

Pemahaman
Ayat 41-47 Bagaimana kehidupan orang-orang yang percaya Yesus saat itu? 
Apakah dampak dari perjumpaan dengan Tuhan itu?  Apakah menjadi teladan yang baik?  Teladan hidup seperti apa yang mereka berikan? 

Pertama, Mau melakukan pelayanan kasih atau diakonia (ay.44-45).  Orang-orang percaya (jemaat mula-mula) memiliki kemauan untuk hidup saling menolong dan berbagi.  Ayat 44-45 “Dan semua orang yg telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adl kepunyaan bersama,…, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dgn keperluan masing-masing”.  Mereka mau membagikan kepunyaan mereka kepada orang lain yang mengalami kekurangan.  Bahkan dikatakan mereka rela menjual harta milikinya, supaya hasilnya bisa dibagikan kepada jemaat yang sedang membutuhkan.  Mereka peduli atas hidup orang lain yang mengalami kekurangan.  Kasih mereka kepada Tuhan dibuktikan atau diwujudkan dalam hal membantu atau menolong orang lain yang membutuhkan agar orang lain merasakan kasih Tuhan.  

Kedua, Mau memberi kesaksian atau marturia, melalui sikap hidup yang baik (ay.46-47a).  Orang-orang percaya itu menjaga kualitas hidup (sikap hidup) yang baik.  Apa buktinya?  Ayat 46-47a menyatakan “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah….dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah”.  Ayat ini menunjukkan bahwa ketika orang-orang percaya itu bersekutu, makan bersama, berbagi itu dilakukan dengan sukacita (gembira),  tulus hati/rela dan selalu memuji Allah.  Sikap hidup mereka yang gembira, tulus/rela dan memuji Allah dilihat dan dirasakan orang lain, sehingga hidup mereka disukai semua orang.  

Hal itu menunjukkan bahwa jemaat mula-mula memberi teladan hidup yang baik.  Mereka tidak hanya tekun bersekutu (belajar firman Tuhan dan berdoa) tetapi juga mau berbagi, memberi/menolong orang yang kekurangan dan rukun.  Dan ketika mereka berbagi atau memberi bantuan, mereka melakukannya dengan hati yang gembira serta tulus hati/rela.  Dari teladan hidup itu ada banyak orang yang menjadi percaya Yesus dan memperoleh anugerah keselamatan di dalam Yesus. 

Refleksi
Mari merenungkan: perjumpaan dengan Tuhan penting agar hidup kita bertumbuh mengenal dan mengasihi Dia.  Wujudkan hidup mengasihi Tuhan dengan berbagi/peduli kepada orang lain yang membutuhkan yg kita lakukan dengan hati yg sukacita/gembira & tulus. 

Tekadku
Tuhan, tolong aku untuk mewujudkan kualitas perjumpaanku dengan-Mu dengan mau berbagi/peduli kepada orang lain yang membutuhkan.  Tolong aku melakukan semua itu dengan hati yg sukacita/gembira & tulus. 

Tindakanku
Hari ini aku mau berbagi ………. (makanan, barang, uang, dll) kepada orang-orang yang setiap hari ada di sekitarku ………  (satpam, supir, tukang sampah, pemulung), dengan gembira dan hati tulus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»