suplemenGKI.com

Selasa, 6 Maret 2018

05/03/2018

Bilangan 21:6-7

 

“Sadar Hampir Selalu Datang Terlambat”

Pengantar:
            Kita sering mendengar suatu ungkapan yang berbunyi “kegagalan adalah guru untuk sukses di masa depan” Sepintas ungkapan itu memang memotivasi, tetapi ketika dipikir-pikir secara mendalam, muncul suatu pertanyaan: apakah untuk meraih kesuksesan di masa depan, perlu atau harus gagal lebih dahulu? Kalau bisa meniti karier dengan baik menuju kesuksesan tanpa harus mengalami kegagalan lebih dahulu mengapa tidak, bukankah itu jauh lebih baik? Tetapi mungkin memang manusia harus mengalami kegagalan lebih dahulu baru kemudian berhasil atau sukses, supaya bisa merasakan bagaimana pahitnya ketika gagal dan betapa bahagia dan manisnya ketika kesuksesan itu datang. Hari ini bacaan kita memaparkan bangsa Israel harus menderita baru kemudian sadar akan kesalahannya.

Pemahaman:

1)      Mengapa Tuhan mengizinkan ular-ular tedung menghajar bangsa Israel? (v. 6)

2)      Apa yang dilakukan oleh bangsa Israel ketika diperhadapkan dengan penderitaan? (v.7)

Protes bangsa Israel kepada Musa setiap kali mereka kekurangan air minum atau ketika tidak bisa menikmati makanan enak ketika mereka dalam perjalanan menuju tanah Kanaan adalah mereka selalu menyalahkan Musa dengan berkata “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?” (Kel 17:3 band Bil 20:2-5) Mereka seakan-akan ingin membandingkan bahwa sekalipun mereka di Mesir adalah berstatus budak tetapi setidak-tidaknya tidak kekurangan air dan makanan enak. Itulah kesalahan terbesar dari bangsa Israel, mereka lebih memilih hidup sebagai budak bangsa kafir ketimbang bebas dan hidup beriman kepada Tuhan Allah yang benar. Itu berarti mereka sangat tidak menghormati, menghargai dan mensyukuri pertolongan Tuhan yang telah membebaskan mereka dari perbudakan. Maka sebagai ganjarannya Allah menghukum mereka dengan mendatangkan ular-ular tedung untuk memagut mereka sehingga terjadi penderitaan dan kematian yang seharusnya tidak perlu terjadi andai saja mereka lebih memilih beriman dan taat kepada Tuhan. Namun Allah memang selalu menyediakan anugerah-Nya dan anugerah Allah itu menunjukkan bahwa Allah tidak rela umat-Nya menderita dan binasa. Maka ketika mereka berseru kepada Tuhan, Tuhan mendengarkan seruan, jeritan dan teriakan mereka minta tolong.

Refleksi:
Renungkanlah sejenak, bukankah terkadang kita lebih memilih kesenangan, kenikmatan dan tawaran dunia ketimbang hidup taat, setia dan percaya kepada Tuhan Yesus. Kita tidak sadar bahwa pilihan itu adalah salah, dan pilihan itu bisa menggiring kita pada penderitaan, kesulitan yang semakin berat.

Tekad:
Tuhan, ajarlah saya agar tidak terlambat menyadari apakah saya memilih jalan hidup yang salah atau yang benar.  Ampuni saya ya Tuhan, jika selama ini saya telah salah jalan.

Tindakkan:
Belajar peka terhadap tuntunan Tuhan agar tidak salah menentukan pilihan, dengan demikian akan terhindar dari penderitaan dan keterpurukan hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»