suplemenGKI.com

Selasa, 6 Maret 2012

05/03/2012
10 Perintah

10 Perintah

Keluaran 20:12-26

Dasa Titah (2)

 Dasa titah, atau sepuluh perintah Allah yang ditulis di dua loh batu dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian yang membicarakan tentang hubungan vertikal (hukum pertama sampai dengan keempat) dan bagian yang membicarakan tentang hubungan horizontal (hukum kelima sampai dengan kesepuluh). Kemarin kita sudah merenungkan bagian pertama dan kini kita akan merenungkan bagian kedua.

-  Apakah yang diminta Allah di dalam hukum kelima sampai dengan yang kesepuluh itu?

-  Dari 6 hukum yang berkaitan dengan hubungan horizontal ini, hukum ke berapakah yang paling sering kita langgar? Dapatkah Saudara menemukan penyebabnya?

Renungan

Menurut katekismus Heidelberg, makna hukum kelima – kesepuluh adalah sebagai berikut. Melalui hukum kelima, Allah meminta kita untuk menghormati, mengasihi dan setia kepada orang tua kita, termasuk juga mereka yang diberi otoritas atas kita. Rasa hormat itu dapat dinyatakan melalui kepatuhan kita atas mereka, dan juga sikap sabar terhadap cacat dan kelemahannya (Ams 23:22). Sebab alasan kepatuhan kita adalah pemahaman bahwa Allah berkenan memerintah kita melalui mereka (Ro 13:1,2).

Sedangkan melalui hukum keenam, Allah meminta kita untuk belajar menghargai hidup yang diberikanNya, baik kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Penghargaan tersebut dapat ditunjukkan melalui sikap tidak menghina, membenci, menganiaya, atau membunuh sesama manusia, baik dengan pikiran maupun dengan perkataan. Termasuk dalam hukum keenam ini adalah kita diminta Allah untuk membuang segala dendam kesumat (Rom 12:19); dan tidak menganiaya diri sendiri atau dengan sengaja membahayakan diri (Mat 4:7).

Di dalam hukum ketujuh, kita belajar kekudusan Allah yang membenci perzinahan. Allah mengutuki segala kemesuman (Ef 5:11), karena itu kita harus membencinya dengan sungguh-sungguh (Yud 22,23), serta harus menahan hawa nafsu, dan hidup senonoh (1Tes 4:3), baik dalam hidup pernikahan yang diatur oleh Allah, maupun sebagai bujangan (Ibr 13:4).

Sedangkan di dalam hukum ke delapan, Allah bukan saja melarang pencurian (1Kor 6:10), dan perampasan (Im 19:13), tetapi juga segala bentuk tipu daya dan perbuatan jahat untuk mendapatkan milik sesama (1Tes 4:6), baik dengan kekerasan maupun dengan berbuat pura-pura adil, misalnya dengan timbangan, ukuran, takaran, barang-barang (Ams 11:1), mata uang palsu, makan riba (Ul 23:19) atau dengan jalan apapun yang dilarang Allah:  termasuk segala sifat kikir (1Tim 6:10) dan pemborosan serta pemakaian karuniaNya dengan sia-sia (Ams 23:20:21)

Adapun dalam hukum kesembilan, kita tidak boleh memberi kesaksian dusta terhadap siapapun (Ams 19:9), tidak boleh memutar-balikkan perkataan orang (Ef 4:25), tidak boleh menghasut dan menghujat (Tit 3:1,2a), tidak boleh menyalahkan orang begitu saja dengan tidak mendengarkannya lebih dulu, atau turut menyalahkannya (Mat 7:1), tapi menghindarkan segala dusta & tipu daya, karena hal itu adalah perbuatan iblis (Yoh 8:44), kalau tidak, kita akan kena murka Allah yang dahsyat (Ams 12:22); lagipula, bahwa kita di muka pengadilan maupun dalam hal-hal lain, harus mencintai dan mengatakan segala kebenaran dan menyaksikan tentang dia dengan jujur (1Kor 13:6); bahwa saya sedapat-dapatnya harus menjaga kehormatan dan nama baik sesama manusia serta membelanya (1Pet 4:8)

Dan dalam hukum yang kesepuluh, kita seharusnya tidak membawa keinginan dan pikiran yang melawan perintah Allah barang sesuatu pun, tetapi supaya kita harus selalu dengan segenap hati menentang segala dosa, dan ingin melaksanakan segala perbuatan yang benar (Rom 7:7)

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«