suplemenGKI.com

Selasa, 6 Juni 2017

05/06/2017

Karya Pertama Trinitas

Kejadian 1:5-26

 

Pengantar

Setelah kemarin kita merenungkan tentang Allah yang merupakan titik awal dari segala sesuatu, maka hari ini kita akan merenungkan bersama tentang apa yang dilakukan Allah dalam permulaan. Kiranya kita dapat lebih terpesona dengan Allah yang kita sembah.

Pemahaman

Ay. 5 – 26   : Bagaimanakah cara Allah menciptakan alam semesta ini?

Ay. 5– 26    : Bagaimanakah kualitas hasil kerja Allah?

Allah menciptakan alam semesta ini dengan sungguh amat luar biasa. Ada beberapa hal yang dapat membuat kita terpesona dengan apa yang telah dilakukan Allah. Pertama, Allah menciptakan alam semesta tidak dengan sembarangan. Semuanya tertata rapi. Kita dapat menyandingkan ayat-ayat berikut untuk melihat adanya hubungan antara proses penciptaan hari pertama dengan hari keempat, kedua dengan kelima, ketiga dengan keenam. Kalau di hari pertama Allah menciptakan  terang, di hari keempat Allah menciptakan benda-benda penerang. Kalau di hari kedua Allah menciptakan cakrawala, maka di hari kelima Allah menciptakan burung yang “menghiasi” cakrawala, ikan yang menghuni air di bawah.

Penciptaan yang sedemikian tersusun rapi ini juga memiliki suatu standar “kualitas produksi” yang sangat baik. Berulang kali muncul kalimat, “Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” Allah bukan sekadar mencipta, tapi Dia mencipta dengan tersusun rapi. Ciptaan Allah bukan hanya tersusun rapi, tetapi juga memiliki “kualitas produksi” yang sangat baik. Bahkan – menurut liputan6.com (http://global.liputan6.com/read/2138039/26-fakta-alam-semesta-yang-bikin-merinding-dan-merenung) – paling sedikit ada 26 fakta berkaitan dengan alam semesta ini yang dapat membuat kita merinding dan merenung.

Refleksi

Betapa sering kita menghadapi rutinitas hidup dengan kecepatan yang tinggi, sehingga kita tidur malam hari dalam kelelahan, dan pada waktu bangun pagi, kita membuang kesempatan untuk mengagumi karya Allah yang menjadi tempat tinggal kita ini. Semua yang diciptakan Allah dengan sistematis dan kualitas baik itu menjadi “wadah” di mana manusia hidup di dalamnya. Hal ini seharusnya tidak hanya membuat kita terpesona dengan apa yang telah Allah kerjakan, tetapi juga bersyukur karena Dia menyediakan yang terbaik untuk manusia. Dengan sikap terpesona dan bersyukur itu, kita akan diingatkan akan kekuatan Allah yang menjadi sumber pertolongan hidup kita.

Tekad

Doa: Ya Allah Bapa, tolonglah saya untuk senantiasa menghargai seluruh karya ciptaan-Mu. Amin.

Tindakan

Saya akan menyanyikan KJ 64, “Bila ‘Ku Lihat Bintang Gemerlapan” agar senantiasa termotivasi untuk terpesona dan bersyukur kepada Allah, sehingga memotivasi saya juga untuk mencari pertolongan hanya kepada DIA saja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*