suplemenGKI.com

Selasa, 6 Juli 2021

05/07/2021

AKIBAT TIDAK TAAT

Yeremia 16 : 1 – 13  

 

Pengantar
Setiap perbuatan yang kita lakukan, dapat membawa akibat tertentu, termasuk akibat yang tidak baik. Ini tidak hanya tentang perbuatan yang berhubungan dengan orang lain, tapi terutama dalam perbuatan yang kita lakukan di luar kehendak TUHAN. Bacaan Alkitab hari ini, yaitu Yeremia 16 : 1 – 13 akan menolong kita untuk menyadari apa yang seharusnya terwujud dalam kehidupan sebagai umat TUHAN. 

Pemahaman
Ayat  1 – 4            :  Mengapa Yeremia dilarang mengambil isteri dan memiliki anak di tanah pembuangan?
Ayat  5 – 9            :  Bagaimana Yeremia harus berelasi dengan mereka yang tertimpa hukuman?
Ayat  10 – 13        :  Apa alasan TUHAN menghukum umat-NYA?

Yeremia dilarang TUHAN untuk mengambil isteri dan mempunyai anak di tempat (negeri) pembuangan karena TUHAN menyatakan bahwa anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan yang lahir di tempat (negeri) pembuangan, juga ibu-ibu yang melahirkan anak-anak tersebut serta bapa-bapa mereka yang memperanakkan anak-anak tersebut di negeri pembuangan akan mati karena penyakit-penyakit yang membawa maut serta akan habis oleh pedang dan kelaparan. Ini menunjukkan bahwa generasi baru dari hasil pernikahan sebagai pengharapan kehidupan selanjutnya (masa depan baru) telah dibatasi TUHAN karena dosa umat-NYA.

Bahkan ketika waktu penghukuman terjadi, TUHAN melarang Yeremia masuk ke rumah perkabungan, dan jangan pergi meratap dan jangan turut berdukacita dengan mereka, sebab TUHAN telah menarik damai sejahtera pemberian-NYA serta kasih setia dan belas kasihan-NYA dari mereka. Yeremia Juga dilarang masuk ke rumah orang mengadakan perjamuan untuk duduk makan minum dengan mereka. TUHAN berfirman kepada Yeremia bahwa sesungguhnya, di tempat pembuangan ini, TUHAN akan menghentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan. Jadi tidak hanya pengharapan yang terbatas tetapi juga ditariknya damai sejahtera, kasih setia, belas kasihan TUHAN, serta tiadanya kebahagiaan dalam hidup bersama di tanah pembuangan.

Dan jika bangsa Yehuda menanyakan mengapa penghukuman ini terjadi, maka jawabannya adalah karena nenek moyang mereka telah meninggalkan TUHAN, dan tidak berpegang pada Taurat TUHAN. Nenek moyang mereka telah mengikuti allah lain dengan beribadah dan sujud menyembah kepadanya. Dan bangsa Yehuda yang hidup saat itu berlaku lebih jahat dari pada nenek moyang mereka karena masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat dari pada mendengarkan TUHAN. Jadi TUHAN akan melemparkan mereka dari negeri ini ke negeri yang tidak dikenal oleh mereka ataupun oleh nenek moyang mereka. Di sana mereka akan beribadah kepada allah lain siang malam, sebab TUHAN tidak akan menaruh kasihan lagi kepada mereka. Jadi ini adalah proses penyadaran yang TUHAN berikan bagi umat-NYA untuk merenungkan kembali perjalanan hidup di dalam kesetiaan kepada TUHAN. Namun sesungguhnya, semua ini tidak berakhir sampai di situ, karena dalam bagian atau masa selanjutnya muncul pengharapan dan kehidupan baru yang TUHAN janjikan kepada umat-NYA.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita atau keluarga kita tetap hidup dalam ketaatan kepada TUHAN?
  • Apakah kita pernah merasakan akibat dari hidup yang tidak taat kepada TUHAN?

Tekadku
TUHAN, jadikan aku pribadi yang tetap mendambakan dan merasakan damai sejahtera pemberian-MU.

 

Tindakanku
Dalam situasi pandemi Covid-19 ini dan seterusnya, saya akan berupaya untuk mewujudkan ketaatan kepada TUHAN melalui kehidupan yang disiplin menjaga kesehatan dan melakukan hal-hal yang benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»