suplemenGKI.com

Selasa 6 April 2021

05/04/2021

PERSEKUTUAN DAN KEHIDUPAN

Mazmur 133  

Pengantar
Dalam hidup beriman secara kristiani maka ada penghayatan dan pemahaman bahwa tindakan ALLAH selalu mendahului perbuatan manusia. TUHAN yang menjumpai manusia, agar manusia dapat  berjumpa dengan-NYA. Bahwa ALLAH yang terlebih dahulu mengasihi kita, dan kasih kita kepada ALLAH dan sesama adalah wujud respons syukur dan iman kita. Lalu bagaimana dengan pemberian berkat dan kehidupan dari TUHAN. Apakah diberikan oleh ALLAH karena kita baik atau karena alasan apa? Pada pembacaan dan perenungan akan Mazmur 133 di hari ini, kita akan belajar dan diajak untuk melihat sebuah perwujudan hidup bersama atau ‘iklim’ hidup persekutuan yang menjelaskan pertanyaan tersebut.

Pemahaman

Ayat  1 – 3           :  Apa hubungan antara hidup rukun dan berkat serta kehidupan?

Sebagai perbandingan dengan apa yang disampaikan dalam mazmur 133 maka baiklah kita memperhatikan apa yang tertulis dalam Matius 18 ayat 19 dan 20. Dalam kenyataannnya kita cenderung lebih tertarik pada ayat 20 yang menyatakan: “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-KU, di situ AKU ada di tengah-tengah mereka” daripada ayat 19 yang menegaskan: “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun  juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKU yang di sorga”. Atau secara jelas dalam Matius 6 ayat 15: “Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” sebagai penjelasan dari isi Doa Bapa Kami: ampunilah kami …, seperti kami juga mengampuni …”

Ungkapan “dalam nama-KU” dan kata “sepakat” menjadi kunci dari penghayatan kita akan tindakan ALLAH. Kata sepakat menggambarkan relasi hidup yang baik (sehati, sepikir, sejiwa), dan ungkapan dalam nama-KU menjadi bingkai (batasan) permintaan kita, yang mana permintaan itu harus selaras dengan kehendak dan rancangan TUHAN.

Jadi ungkapan “diam bersama”  (persekutuan hidup bersama) dengan rukun menjadi iklim yang baik dan indah untuk mengalirnya berkat dan kehidupan dari TUHAN selama-lamanya. Kerukunan hidup bersama menjadi semacam tanah subur dan sehat untuk benih pertumbuhan anugerah TUHAN yang pasti akan berbuah bagi kemuliaan nama-NYA.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita telah mewujudkan sebuah persekutuan hidup bersama yang rukun?
  • Apakah itu membuat kita dapat merasakan aliran berkat dan kehidupan dari TUHAN?

Ingat bahwa doa itu mendekatkan kita dengan TUHAN, sedangkan dosa menjauhkan kita dengan TUHAN.       

Tekadku
TUHAN, jadikan aku pribadi yang dapat hidup rukun dengan sesama serta bersyukur atas aliran berkat dan kehidupan yang TUHAN limpahkan selama-lamanya.

Tindakanku
Dalam situasi pandemi ini dan seterusnya, saya akan berupaya untuk menjalin relasi hidup yang baik dengan sesama serta mengalirkan berkat dan kehidupan dari TUHAN bagi sesama yang memerlukan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»