suplemenGKI.com

Selasa, 6 April 2010

05/04/2010

KEBERANIAN UNTUK TETAP BERSAKSI
Kisah Para Rasul 5:26-32

Sesudah hari Pentakosta, para rasul khususnya Petrus dipakai oleh Tuhan secara luar biasa. Pada waktu Petrus berkotbah, ada ± 3.000 jiwa yang memberi diri dibaptis. Kotbah Petrus memberi dampak semakin bertambahnya jemaat mula-mula (Kis.2:41) dan cara hidup mereka disukai semua orang sehingga jumlah mereka terus bertambah (Kis.2:47). Melalui kuasa Roh Kudus, Tuhan memberi semangat dan kuasa kepada para rasul untuk bekerja dan berkarya mengabarkan InjilNya walaupun banyak tantangan.

  • Ay. 29 Petrus menyatakan bahwa dirinya lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.  Apa bukti ketaatnnya?  Apakah dia berani bersaksi?
  • Dari kesaksiannya, Petrus mengakui Yesus sebagai apa dalam hidupnya? (ay.30-31)
  • Dari kesaksian Petrus tentang dirinya sendiri, dia menyebut dirinya sebagai apa? (ay.32)
  • Apakah saudara pernah bersaksi tentang siapa Tuhan Yesus dalam hidup saudara?

RENUNGAN

Dalam perikop sebelumnya menunjukkan bahwa Petrus dan Yohanes ditangkap, dimasukkan ke dalam penjara semalam dan keesokan harinya dihadapkan kepada Imam Besar Kayafas dan imam besar lainnya (Kis. 4).  Kis.5:26-32 mengisahkan Petrus dan Yohanes dibawa lagi kehadapan Mahkamah Agama oleh pengawal Bait Allah, tetapi kali ini tanpa kekerasan karena takut akan terjadi keributan.  Imam Besar menegaskan lagi bahwa Petrus dan Yohanes telah dilarang untuk berbicara tentang Yesus, tetapi ternyata berita tentang Yesus sudah menyebar di seluruh Yerusalem.  Petrus tetap tidak gentar, dengan tegas ia menjawab bahwa dirinya lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.  Jelas bahwa ancaman apapun tidak menggoyahkan para rasul untuk tetap bersaksi memberitakan Yesus Kristus.

Bukti ketaatannya kepada Allah adalah ketika dia mengulangi khotbahnya di depan semua orang ketika berhadapan dengan Mahkamah agama bahwa Yesus yang telah mereka bunuh dan salibkan itu telah dibangkitkan oleh Allah, dan Dia menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel (dan semua umat manusia) bertobat dan menerima pengampunan dosa.  Dia juga mengatakan dengan berani bahwa dirinya adalah saksi dari kebenaran yang telah dia katakan.

Roh Kudus telah membuat para rasul berani bersaksi tanpa rasa takut.    Mereka, yang adalah orang-orang sederhana, berani dan tegar menghadapi otoritas pemerintahan Romawi.  Setelah melalui perdebatan yang sengit, para rasul “hanya” disesah dan kemudian dilepaskan disertai perintah untuk tidak memberitakan tentang Yesus lagi (33-40). Namun keadaan ini tidak membuat para rasul “jera”.  Mereka meninggalkan sidang Mahkamah Agama itu “dengan gembira, karena telah dianggap layak untuk menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus” (Kis.5:41).  Selanjutnya para rasul tetap memberitakan Injil hingga semua orang mendengar kabar keselamatan dalam diri Yesus Kristus.

Bagaiamana dengan kita?  Saat ini kita belum menghadapi tantangan seperti Petrus dan Yohanes. Namun ada tugas yang sama yang harus kita kerjakan, yaitu keberanian untuk bersaksi.  Dari hal yang sederhana, apakah di dalam persekutuan yang kita ikuti kita berani menyaksikan pertolongan dan karya Tuhan yang betul-betul kita alami?  Ataukah selama ini kita hanya menikmati pertolongan dan karya Tuhan tanpa memahami tugas kita untuk menyaksikannya bagi orang lain sehingga orang lain boleh dikuatkan.  Tuhan dapat memakai orang-orang yang sederhana untuk mengubah orang lain.

Saksikan pertolongan dan karya-Nya yang tidak dapat disangsikan itu!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»