suplemenGKI.com

TERSEDIA KESEMPATAN KEDUA

Yehezkiel 33:10-11

 

Pengantar
Sejak Joseph Dixon (1827-1869) mulai memproduksi pensil selama Perang Saudara Amerika Serikat, satu-satunya perubahan signifikan pada desainnya adalah adanya tambahan karet penghapus. Perhatikan batang kayu kecil untuk menulis yang unik ini. Di sisi yang satu terdapat ujung yang runcing, keras, dan berwarna hitam.
Di sisi satunya lagi terdapat karet penghapus kecil. Alat yang sederhana ini dapat dipakai untuk menulis, membuat sketsa, menghitung rumus-rumus yang rumit, atau membuat puisi yang indah. Namun pensil juga dapat dengan cepat mengoreksi suatu kesalahan, mengubah bilangan, atau memulai semuanya dari awal. Pensil  mengingatkan kita bahwa manusia mungkin berbuat salah namun harus ingat bahwa ada penghapus yang tak boleh disia-siakan. Jadi segeralah menghapus kesalahan agar kesalahan itu berubah menjadi kesempatan untuk menulis kehidupan baru yang lebih baik.  Apakah manusia selalu menyadari ada kesempatan kedua? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Apakah akibat dosa?
  • Apakah yang diinginkan TUHAN dari umat yang berdosa?
  • Apakah yang membuat umat yang berdosa beroleh kesempatan bertobat dan hidup baru?

Kesadaran akan dosa-dosanya, membuat umat menjadi takut dan merasa tak punya harapan sebab akibat dosa adalah maut (kematian). Umat berdosa mengira bahwa hidupnya sudah hancur. Bayang-bayang kematian membuat umat tak punya harapan akan hidup baru.  Namun TUHAN memberikan kesempatan kedua bagi umat-Nya sebab Dia tak menginginkan kematian atas umat-Nya. Yang dikehendaki-Nya adalah pertobatan umat sebab umat yang bertobat akan beroleh hidup baru.

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan Our God is the God of second chance. Begitu panjang sabar dan kasih setia TUHAN, sehingga Dia terus berulang-ulang memberikan kita kesempatan demi kesempatan untuk berubah, berbalik dari jalan-jalan yang sesat untuk kembali ke jalan TUHAN. Alkitab mencatat begitu banyak kisah mengenai pertobatan, pengampunan dan pemulihan. Apa persamaan dari Yunus, Daud, Petrus, dan Paulus? Semua nama ini sama-sama memperoleh kesempatan kedua, dan mempergunakannya dengan baik.

Refleksi
Dalam keheningan, pegang dan pandanglah penghapus yang menempel pada pensil. Apakah Anda telah menghapus perbuatan yang salah dengan pertobatan? Apakah Anda siap menuliskan kisah kehidupan di kesempatan kedua yang TUHAN berikan dengan hidup baru yang memuliakan TUHAN

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk sungguh-sungguh mensyukuri kesempatan kedua yang TUHAN berikan dengan hidup dalam pertobatan.

Tindakanku
Aku akan mencatat apa saja dosa atau kesalahan yang sering kulakukan. Mulai hari ini aku akan mengubah sikapku yang salah kemarin dengan sikap baru yang memuliakan TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*