suplemenGKI.com

Selasa, 5 Maret 2019

05/03/2019

PERSEMBAHANKU

Ulangan 26:10-12

 

Pengantar
Konon sebuah gereja memerlukan dana untuk membeli sepuluh unit pendingin udara (AC). Seorang yang kaya tergerak mempersembahkan dua unit. Tiga tahun kemudian, muncul ketegangan antara orang kaya dengan pendeta. Ia tersinggung karena usulnya untuk mengubah gaya ibadah tidak diterima. Akhirnya, ia memutuskan pindah dari gereja itu. Namun sebelumnya ia meminta agar dua unit pendingin udara yang pernah ia berikan, dicopot! Begitulah jika memberi tidak dengan tulus, hanya untuk mencari “nama”. Padahal, memberi persembahan bagi Tuhan berbeda dengan menyumbang ke yayasan sosial. Ini menyangkut komitmen dengan Tuhan. Seperti bacaan yang akan kita renungkan bersama pada hari ini!

Pemahaman

  • Ayat 10                  : Bagaimanakah seharusnya sikap umat Israel ketika memberikan persembahan syukur kepada Tuhan?
  • Ayat 11-12            : Siapakah yang diikutsertakan oleh umat Israel ketika mereka bersukaria membawa persembahkan kepada Tuhan? Mengapa harus mereka? Persembahan apakah yang harus diberikan kepada mereka?

Ayat 10b mencatat bahwa umat Israel harus meletakkan persembahan syukur mereka di hadapan Tuhan dengan sujud di hadapan Tuhan Allah mereka. Sujud adalah suatu sikap yang menyatakan rasa syukur, hormat, dan ketundukan dengan kerendahan hati pada kehendak Tuhan. Pada saat itu mereka harus menyatakan pengakuan mereka akan karya Tuhan yang telah mereka alami sejak nenek moyang hingga pada saat itu dan memohon berkat dari pada-Nya.

Ucapan syukur mereka harus dirayakan bersama dengan orang Lewi dan orang asing yang ada di tengah-tengah mereka. Merekalah yang menjadi prioritas utama untuk menikmati ucapan syukur umat Israel. Orang Lewi adalah keturunan dari suku Lewi, mereka mempunyai tugas khusus dalam menyelenggarakan Ibadah di Bait Suci, mereka tidak berpenghasilan sendiri karena mereka tidak diikutsertakan dalam pembagian tanah negeri atau milik pusaka (Ul. 12:12; Bil. 18:23, 24). Sedangkan orang asing adalah orang bukan Yahudi atau pendatang yang menetap di tengah-tengah orang-orang Israel, atau sebagai penduduk Kanaan asli yang tidak dimusnahkan. Mereka tidak memiliki masa depan yang pasti kecuali mendapatkan belas kasihan dari penduduk setempat. Mereka juga harus memberikan persembahan persepuluhan dalam tahun yang ketiga dan memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda supaya mereka dapat makan dan hidup di tengah-tengah bangsa Israel (Ay. 12). Artinya umat Israel diminta untuk berkomitmen untuk dengan setia memberikan persembahan itu kepada mereka yang telah ditetapkan Tuhan untuk menerima persembahan itu dengan tulus dan sukacita, sebagai wujud ketaatan mereka kepada Allah. 

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimanakah sikap kita ketika memberikan persembahan? Apakah motivasi kita selama ini ketika memberikan persembahan?

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya agar bisa komitmen untuk memberikan persembahan dengan motivasi yang benar dan tulus. Tuhan tolong juga para pelayan gereja supaya bisa mengelola persembahan dengan baik untuk membantu pekerjaan Tuhan di tengah gereja-Nya.

Tindakanku
Saya akan berkomitmen untuk mengatur dan mempersiapkan persembahan saya untuk membantu pelayanan bagi Tuhan di gereja dan bagi orang yang membutuhkan (janda, anak yatim, dsb) dengan tulus dan sukacita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»