suplemenGKI.com

Selasa, 5 Juni 2018

04/06/2018

Seruan Pengharapan

Mazmur 130

 

Pengantar
Salah satu motivator terbaik Indonesia memiliki program acara TV dengan nama MTGW (Mario Teguh Golden Ways) yang kemudian berganti menjadi MTSS (Mario Teguh Super Show). Banyak penonton yang bertanya-tanya mengapa program tersebut berganti nama dan berpindah chanel TV. Bila kita sering mengikuti acara ini, kita melihat bahwa betapa bijak dan mempesonanya beliau dalam menyampaikan motivasi. Bahkan tidak sedikit penonton yang menyanjungnya karena menurut mereka motivasi yang diberikan dapat membantu mereka dalam menyelesaikan masalah. Namun ketika rahasia masalah pribadi MT dipublikasikan, apakah dia mampu mengatasinya dengan bijak dan baik seperti saat dia memotivasi orang lain? Nyatanya sebijak apapun kita, kita tetap membutuhkan kuasa yang lebih besar untuk membantu kita menghadapi kesusahan. Bacaan hari ini mengajak kita merenungkan hal itu.

Pemahaman

  • Ayat 1-2        : Bagaimanakah seruan Pemazmur yang dalam kesusahan?
  • Ayat 3-4        : Apakah masih ada harapan pengampunan dari Tuhan?
  • Ayat 5-6        : Seperti apakah sikap orang yang memiliki harapan pada Tuhan?

Mazmur 120:1-134:3 merupakan kumpulan “Songs of Ascents” (nyanyian pendakian). Dan Mazmur 130 ini merupakan sebuah seruan doa pengakuan dosa pribadi yang memohon pengampunan Allah. Dan permohonan ini juga merupakan seruan umat Israel yang sedang menghadapi berbagai kesukaran dan keputusasaan. Oleh karenanya mereka menantikan pengampunan dari Allah. Mengapa demikian? Sebab dia tahu bahwa ketika umat-Nya berseru-seru kepada Allahnya maka tidak akan dibiarkan umat-Nya tinggal dalam kesusahan, apalagi dalam kesusahan dosa. Dalam pengakuan dosanya, Pemazmur yakin bahwa Allah pasti memulihkan keadaannya dan bangsanya. Oleh karenanya, Pemazmur mengharapkan Tuhan lebih dari seorang pengawal yang menantikan pagi.  Ketika pagi tiba para pengawal akan merasa lega, sebab ada pergantian pengawal untuk berjaga dan dia dapat beristirahat. Kita pun demikian, selalu mengharapkan dan menantikan akan pengampunan dan lawatan Tuhan.

Refleksi
Mari kita bercermin. Pernahkah kita memandangi diri kita secara serius dan merenungkan: “Saya adalah orang yang berdosa. Namun dalam keberdosaan saya mau terus berseru kepada Tuhan dan mengharapkan belas kasih-Nya sebab hanya Tuhan yang mampu mengampuni dan memulihkanku.” Pernahkan kita berpikir memiliki sikap seperti Pemazmur yang selalu berseru pada Tuhan sekalipun dalam keadaan terpuruk ?

Tekadku
Ya Allah aku memohon kepada-Mu dengan kesungguhan dan rasa berserah penuh pada-Mu. Aku percaya ketika aku selalu bergantung pada-Mu maka kuasa-Mu yang ajaib akan memampukan dan membuatku sabar.

Tindakanku
Aku mau selalu dengan sabar menantikan lawatan Tuhan dan mau terus hidup dalam pengharapan akan Tuhan:
Untuk itu aku akan selalu berserah dalam doa serta tidak lupa merenungkan Firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»