suplemenGKI.com

SELASA, 5 JUNI 2012

04/06/2012

Kejadian 3: 8-15

“Kasih yang Ajaib”

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Berdasarkan bacaan kita hari ini, bagaimana Anda menemukan akibat-akibat dosa dalam hidup manusia?

- Dalam hubungan manusia dengan Allah
- Dalam hubungan manusia dengan sesamanya
- Dalam hubungan manusia dengan alam/ciptaan yang lain

2.  Apakah Allah lepas tangan?  Tindakan apa yang Allah lakukan dalam
mengatasi kejatuhan manusia dalam dosa?  (3:9, 15)

3.  Apa saja yang ingin Anda syukuri terkait dengan renungan kita hari ini?

 

RENUNGAN

Dosa, hanya bermula dari keserakahan dan kebodohan, mendatangkan akibat yang begitu merusak, baik manusia itu sendiri, maupun segala tatanan yang telah Allah aturkan bagi segala ciptaanNya.  Akibat dosa, hubungan manusia dengan Allah terputus. Hubungan yang sebelumnya begitu intim, kini berubah menjadi ketakutan. Adam dan Hawa tidak berani lagi menampakkan diri mereka di hadapan Allah. Dosa juga membuat hubungan manusia yang satu dengan yang lain menjadi rusak. Adam dan Hawa tidak lagi bersehati, melainkan berubah menjadi saling menyalahkan dan mempengaruhi yang burul. Dosa juga membuat manusia harus bekerja keras untuk dapat ‘bekerjasama’ dengan alam demi kelangsungan hidupnya.

Dosa selalu berakibat fatal. Karena itu kita tidak boleh meremehkan dosa.

Dalam segala keterpurukan manusia pertama untuk tetap dapat bertahan hidup, Allah tidak tinggal diam.  Ayat 9 menunjukkan dengan jelas bahwa Ia yang datang, Ia yang berinisiatif mencari Adam dan Hawa. Hal yang sama juga kemudian terjadi pada puncak penebusan dalam karya Kristus. Ia yang datang, Ia mencari, dan Ia yang menyelamatkan manusia berdosa seperti kita.  Sungguh luar biasa kasih Allah yang sanggup menjangkau kita, meski kita sudah begitu kotor dan berdosa.  Bahkan ayat 15 menjadi kabar kesukaan yang pertama kali disampaikan kepada manusia berdosa, bahwa kelak akan ada ‘seseorang’ yang meremukkan kepala ular, mengalahkan kuasa maut dan segala keberdosaan manusia.  Dan akhirnya ini semua sudah digenapi dalam diri dan karya Kristus. Andai ayat 15 ini tidak pernah ada, entah apa jadinya dengan dunia ini.  Semua yang terjadi ini semakin mengajak kita bersyukur memiliki Allah yang kasih dan kuasaNya kekal sampai selama-lamanya. KemenanganNya di kayu salib, adalah jaminan kemenangan kita juga atas dosa dan hukuman dosa. KebangkitanNya juga menjadi kebangkitan kita, menjadi manusia baru yang hidup sesuai dengan tujuan-tujuan Allah yang sudah ditetapkan bagi masing-masing pribadi kita. Kejadian 3:15 pada akhirnya menyadarkan kita juga akan konsistensi janji, kasih dan kesetiaan Allah. Mari kita meresponinya dengan tepat dalam hidup kita.

 

Allah menunjukkan kasihNya kepada kita oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Rm.5:8)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»