suplemenGKI.com

Selasa, 5 Juli 2016.

04/07/2016

Amsal 7:4-18.

 

Awas! Bahaya Dosa Mengancam!

Pengantar:
Beberapa waktu lalu saya bersama keluarga berekreasi ke sebuah kebun binatang. Di beberapa sudut atau lokasi terpampang tulisan “Awas binatang berbahaya” karena memang lokasi itu adalah area kumpulan binatang buas. Tetapi anehnya para pengunjung terutama anak-anak remaja malah berusaha mendekat, mengulur-ulurkan tangannya ke arah binatang buas itu dengan jarak yang sangat dekat. Dan benar, salah seorang remaja laki-laki tangannya terkena cakaran seekor harimau putih yang berhasil menyambar tangan remaja yang menjulur karena ingin memberi sekedar kacang rebus kepada harimau itu. Beruntung pawang harimau segera datang untuk menangani kejadian itu sehingga anak tersebut segera ditolong.

Pemahaman:

  1. Bahaya apakah sesungguhnya yang bisa mengancam iman kita (v. 5-18)
  2. Apakah yang kita butuhkan agar terhindar dari bahaya yang mengancam itu? (v. 4-5)
  3. Mengapa seseorang bisa jatuh pada bahaya yang mengancam? (v. 7)

 

Penulis Amsal 7:5-18 dengan jelas menunjukkan bahwa ada bahaya yang sangat mengancam, yang secara hurufiah dikatakan sebagai “perempuan jalang, perempuan asing, perempuan sundal” (v.5, 10) Tetapi sesungguhnya itu hanyalah suatu bahasa kiasan untuk si iblis. Iblis digambarkan seperti singa yang mengaum-aum (1Pet 5:8 band Amsal 7:10-12) mencari mangsa yang akan ditangkapnya. Secara gamblang, penulis Amsal sebenarnya hendak menjelaskan bahwa perempuan jalang, perempuan asing atau perempuan sundal adalah berbicara tentang dosa yang bisa menggoda kita setiap saat dalam berbagai bentuk yang kadangkala tidak kita sadari. Jadi bahaya yang mengancam sesungguhnya adalah dosa.

Menurut penulis Amsal, yang kita butuhkan untuk melawan godaan dosa yang mengancam hanyalah Hikmat dan pengertian (v. 4) Hikmat dan Pengertian adalah berbicara tentang firman Tuhan. Yak 1:5 mengisyaratkan bahwa sumber hikmat dan pengertian adalah Allah sendiri, yang berbicara kepada manusia melalui firman-Nya.

Mengapa seseorang bisa jatuh dalam dosa? Amsal 7:7 mengatakan, karena tidak berakal budi atau tidak memiliki hikmat dan pengertian. Mengapa bisa tidak berakal budi, karena tidak hidup bergaul dengan firman Tuhan. Hidup bergaul dengan firman Allah bukan saja membaca firman, tetapi yang terpenting adalah melakukannya (Yak 1:22-23) Dengan demikian, jika kita ingin menang terhadap bahaya yang mengancam, hiduplah dalam hikmat dan pengertian yang bersumber dari firman Tuhan, serta melakukan firman itu dalam hidup.

Refleksi:
Renungkan pertanyaan ini: Sudahkan anda memiliki Hikmat dan Pengertian? Jika belum dapatkanlah melalui firman Tuhan, sesudah itu lakukan firman Tuhan itu dalam hidup anda.

Tekad:
Menjadikan Firman Tuhan sebagai sumber Hikmat dan Pengertian, agar dapat melawan godaan dosa yang mengancam.

Tindakan:
Senantiasa mencari Hikmat dan Pengertian dari Tuhan melalui firman-Nya dengan cara membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»