suplemenGKI.com

selasa, 5 Juli 2011.

04/07/2011

Matius 13 : 5-6, 20-21.

Firman Tuhan dan hati manusia [bagian 2 ].

Jikalau kita perhatikan dengan seksama, sebenarnya benih-benih kebenaran dari Kerajaan Allah yang ditaburkan si Penabur pada hakekatnya memiliki kualitas yang sama. Namun kenyataannya benih tersebut jatuh di tanah yang berbeda. Itulah yang membedakan apakah Firman itu dapat tumbuh dengan baik atau sebaliknya ?

Pertanyaan penuntun.

  1. Gambaran tentang apakah ‘tanah yang berbatu’ itu ?
  2. Apa yang hendak disampaikan dalam perumpamaan penabur tentang benih yang jatuh ditanah berbatu ?
  3. Mengapa benih yang tumbuh ditanah berbatu tidak dapat tumbuh dengan normal ?
  4. Bagaimana akhir dari benih yang tumbuh ditanah berbatu ?
  5. Pelajaran apa yang dapat memberkati kita ?

Renungan.

Ketika saya masih remaja saya sering pergi ke hutan jati bersama teman-teman. Ditengah-tengah hutan jati tersebut ada beberapa batu yang sangat besar, dan biasanya orang yang sedang mencari kayu bakar akan beristirahat di situ. Waktu saya duduk di batu itu secara kebetulan saya menemukan tumbuhan kecil tumbuh dicelah batu yang agak retak . awalnya tumbuhan kecil tersebut tumbuh seperti tumbuhan yang lain nampak segar namun ketika satu bulan kemudian saya ke tempat itu lagi saya mendapati tumbuhan tersebut sudah kering. Saya tidak tahu secara pasti kapan tumbuhan tersebut mulai kering, dan ketika saya cabut, saya ketahui bahwa tanahnya sedikit, akarnya tidak bisa berkembang dan panas sinar matahari yang membuat batu tersebut menjadi sangat panas di siang hari sehingga tumbuhan tersebut menjadi mati dan kering.

Dalam gambaran Tuhan Yesus, salah satunya hati manusia digambarkan dengan tanah berbatu.  Benih yang tumbuh di tanah berbatu adalah Firman Kerajaan Allah. pada mulanya Firman Tuhan bisa tumbuh namun karena karakter hidupnya yang buruk, keras kepala, cepat marah sehingga Firman Tuhan yang sudah tumbuh dalam hatinya tidak bisa berakar dengan kuat sehingga lama-kelamaan Firman Tuhan yang sudah tumbuh di hatinya akan mati.

Kehidupan orang Kristen bisa digambarkan seperti itu, bisa saja setiap minggu ia rajin ke gereja untuk mendengarkan Firman Tuhan yang disampaikan melalui kotbah dan Firman Tuhan itu bisa tumbuh namun karena karakternya yang keras kepala, suka marah, suka bertengkar, suka menangnya sendiri [ egois ] sehingga Firman Tuhan itu tidak bisa berakar dengan kuat ke dalam hati. Kekristenan seperti itu juga banyak di temui di hampir semua gereja, ada orang Kristen yang tidak bisa tumbuh dan mati secara rohani. Ketika secara rohani mati maka ia tidak lagi rindu untuk beribadah kepada Tuhan di gereja. Bukankah hal ini banyak kita jumpai disekitar kita ? orang yang ke gereja hanya sekali dalam satu tahun atau bahkan tidak pernah ke gereja sampai bertahun-tahun.  Jika itu adalah anda ? sadarlah dan bertobatlah sekarang juga, biarkanah hati anda dibajak oleh Tuhan, buanglah batu-batu kekerasan yang ada di hatimu dan biarkanlah setiap taburan Firman Tuhan tumbuh dihatimu sampai berbuah. Bersediakah anda ? jangan keraskan hatimu. Amin.

 Tanah yang berbatu tidak akan dapat menerima Firman Tuhan dengan baik’.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»