suplemenGKI.com

TUHAN ITU PUJAAN DAN ANDALAN KITA

Mazmur 138 

Pengantar
Dalam hidup ini, ada banyak peristiwa dan pengalaman yang kita alami atau bahkan kita sebagai subyek (baca: berperan) di dalamnya. Lalu bagaimana kita menghayati dan menyikapi segala peristiwa dan pengalaman tersebut. Apakah kita merasa dan berpikir bahwa itu karena usaha dan kemampuan kita, atau itu hanya merupakan sebuah hal kebetulan yang menjadi kebaikan atau keburukan dalam hidup kita? Melalui bacaan Alkitab hari ini, yaitu: Mazmur 138, kita diajak untuk melihat siapa yang seharusnya kita puja dan kita andalkan dalam hidup ini.

 

Pemahaman
Ayat  1 – 5           :  Bagaimana wujud bersyukur kepada TUHAN ?
Ayat  6 – 8           :  Bagaimana keyakinan Pemazmur tentang TUHAN?

Dalam ayat 1 – 5 diperlihatkan bahwa ada beberapa wujud bersyukur kepada TUHAN, yaitu dengan bermazmur, dengan sujud memuji, serta bernyanyi tentang jalan-jalan TUHAN. Dan ini dilakukan dengan segenap hati, sebagai sebuah kesaksian di hadapan oramg lain, karena mengalami kasih setia TUHAN, serta menyadari besarnya kemuliaan TUHAN. Ini dilakukan oleh Daud dan juga para raja di bumi sebab janji TUHAN yang melebihi segala sesuatu. Kiranya hal ini juga menjadi ajakan dan pesan bagi kita untuk dapat hidup bersyukur kepada TUHAN, tentu tidak hanya secara verbal (perkataan/ucapan) dan ritual, tapi juga dalam perilaku dan karya hidup kita yang memuliakan nama-NYA. Dengan ungkapan lain, bersyukur dapat menjadi kesaksian bahwa TUHAN itu adalah Pujaan kita, tiada yang lain.

Selanjutnya dalam ayat 6 – 8, pemazmur terlihat sungguh meyakini (baca: beriman) kepada TUHAN yang walau Mahatinggi (TUHAN itu tinggi) tetapi melihat orang hina serta juga mengenal orang sombong. TUHAN akan mempertahankan kehidupannya, mengulurkan tangan untuk menyelamatkannya, bahkan menyelesaikan pergumulan hidupnya. Bahwa kasih setia TUHAN ada untuk selama-lamanya, serta ia berharap terus akan penyertaan TUHAN, sehingga memohon agar perbuatan tangan TUHAN terus didapatkan. Janganlah kita hidup dalam kesombongan. Marilah kita hidup mengandalkan janji dan perbuatan TUHAN. Sebab TUHAN itu Andalan kita, tiada yang melebihi-NYA.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah TUHAN adalah Pujaan dan Andalan hidup kita?
  • Apakah kita telah bersyukur kepada TUHAN dan berserah (baca: bersandar/bergantung) kepada-NYA

Tekad
TUHAN, aku mau hidup bersyukur dan berserah hanya kepada-MU. Biarlah hanya TUHAN yang menjadi Pujaan dan Andalan hidupku.

Tindakanku
Mulai hari ini, aku akan mengawali hidup di pagi hari dengan bersyukur dan mengandalkan TUHAN, dan menyudahinya di malam hari dengan bersyukur kepada TUHAN serta berserah kembali kepada TUHAN.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«