suplemenGKI.com

Selasa, 5 April 2016

04/04/2016

DARI LAWAN MENJADI KAWAN

Kis 9:10-20

 

Pengantar

Dalam dunia politik kita terkenal dengan istilah “tidak ada kawan dan lawan yang abadi”. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini semua disebabkan karena sikap dari para politikus yang dapat berubah-ubah. Sehingga yang dulunya lawan politik bisa menjadi kawan politik ketika mereka memperjuangkan hal yang sama atau ketika lawan politik itu “menyeberang” ke partainya. Demikan juga sebaliknya yang dulunya kawan bisa menjadi lawannya. Namun bagaimana dengan sikap Saulus?

Pemahaman

Ay 10-12, Bagaimana Tuhan memakai Ananias untuk menolong Saulus?

Ay 13-14, Apa reaksi yang Ananias berikan waktu Tuhan memanggilnya?

Ay 15-16, Apa jawaban Tuhan atas alasan yang diberikan Ananias?

Ay 17-18, Apa yang Ananias lakukan kepada Saulus?

Ay 19-20, Bagaimana reaksi murid-murid yang lain menanggapi pertobatan Saulus?

Setelah perjumpaan Saulus dengan Tuhan Yesus melalui cahaya yang terang, maka Saulus dibawa ke rumah Yudas di Damsyik dalam keadaan buta. Tuhan menyuruh Ananias dalam penglihatan untuk pergi dan menumpangkan tangan atas Saulus untuk dapat melihat lagi.

Reaksi yang Ananias tunjukkan kepada Tuhan, adalah penolakan, karena Ananias tahu bahwa Saulus dengan kuasa penuh ingin menangkap dan membunuh murid-murid Yesus, bahkan didukung dengan imam-imam kepala Yahudi. Secara manusiawi Ananias takut berhadapan dengan Saulus yang terkenal jahat, namun karena Tuhan Yesus yang menyuruhnya maka ia akhirnya pergi ke rumah Yudas.

Saulus juga mendapat penglihatan bahwa ada seorang yang bernama Ananias yang akan menumpangkan tangannya atas Saulus dan Saulus dapat melihatnya.

Maka Ananias sampai di rumah Yudas dan juga mendapati Saulus ada di sana. Ananias menumpangkan tangannya atas Saulus dan berdoa bagi Saulus, maka Saulus dapat melihat lagi. Pada hari itu juga Saulus di baptis dan dapat makan dan minum kembali. Setelah pulih kekuatannya, Saulus tinggal bersama-sama dengan murid-murid yang lain. Saulus yang dahulu menjadi lawan bagi murid-murid Tuhan Yesus, sekarang menjadi kawan dan bahkan menjadi murid Tuhan Yesus.

Maka mulailah Saulus melakukan tugas yang baru yaitu memberitakan Injil, maka ia memberitakan tentang Tuhan Yesus di rumah-rumah ibadat dan menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.Tuhan mengubah lawan menjadi kawan, dan akhirnya menjadi kawan sekerja Allah.

Refleksi
Renungkanlah: Apakah kita ini menjadi lawan atau kawan bagi Allah? Apakah yang sudah kita perbuat bagi Allah?

Tekadku
Ya, Tuhan sering kali tanpa kami sadari kami lebih banyak menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang ingin datang kepadaMu. Sikap dan tutur kata kami tidak menjadi berkat bagi sesama kami, Ampuni dan ubahlah kami. Amin.

Tindakanku
Hari ini saya akan mendekati orang-orang yang tidak suka dengan saya dan saya ingin berdamai dengan mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*