suplemenGKI.com

KEJADIAN 37:12-36

“HATI-HATI DENGAN HATI“

PENGANTAR

Perikop hari ini menguraikan bagaimana perkembangan lebih lanjut dari kebencian dan iri hati mereka.  Kini kebencian itu telah berkembang lebih lanjut menjadi sebuah tindakan balas dendam yang jahat.

PEMAHAMAN

  1. Ayat12-17:  Mengapa Yusuf mau menyusul dan mencari saudara-saudaranya meski mereka telah pindah ke tempat yang lebih jauh dari Sikhem?
  2. Ayat 18-20:  Perhatikan julukan yang mereka berikan kepada Yusuf.  Mengapa mereka menyebut Yusuf dengan cara demikian?  Apa yang hendak mereka lakukan kepada Yusuf?
  3. Ayat 12-14 dan 31-35:  Menurut Anda, apa peranan Yakub di dalam konflik yang terjadi di antara anak-anaknya?  Jika Anda adalah sahabat Yakub, nasihat apa yang akan Anda berikan kepadanya?

Tentu Yakub tahu bahwa Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya, namun dia tidak pernah menyangka bahwa mereka akan tega mencelakai adik mereka.  Yusuf pun berpikir demikian, sehingga dia tetap berusaha menemui mereka tanpa berprasangka buruk.  Baik Yakub maupun Yusuf tidak menyadari bahwa kebencian dan iri hati di dalam anak-anak Yakub itu dapat berkembang menjadi niat jahat untuk membalas dendam.

Saudara-saudara Yusuf memanggilnya dengan julukan ”tukang mimpi kita” (ay.19).  Panggilan ini cukup jelas mengungkapkan bahwa mimpi-mimpi Yusuf itu telah memang menyakitkan hati mereka dan menjadi pemicu kebencian mereka.  Rencana balas dendam mereka sangat serius: mereka bermaksud membunuh adik mereka, dan sudah menyusun rencana untuk menutupi kejahatan mereka.

Mengamati peran Yakub dalam konflik keluarga ini, sungguh memprihatinkan.  Mula-mula sikap Yakub yang pilih-kasih menjadi sumber/ pemicu kebencian di antara anak-anaknya.  Kemudian, dia tidak berdaya ketika konflik itu semakin parah.  Akhirnya, Yakub tersingkir dari konflik itu karena anak-anak mereka membohonginya.  Yakub harus menghabiskan hari-harinya di dalam kehilangan dan duka yang berkepanjangan.  Yakub, pemicu masalah sekaligus korban dari konflik di dalam keluarganya sendiri.

REFLEKSI

Dari bacaan hari ini kita telah melihat bahwa kebencian yang mula-mula hanya terpendam di dalam hati ternyata bisa muncul dan berkembang menjadi sebuah tindakan yang jahat.  Faktor-faktor apa saja yang membuat kebencian itu berubah menjadi tindak kejahatan?  Apa yang harus kita lakukan untuk mencegahnya?

TEKADKU

Tolonglah aku Tuhan untuk mengatasi setiap perasaan-perasaan negatif yang berkecamuk dalam diriku, karena orang lain, maupun yang kurasakan pada diriku sendiri. Jangan biarkan semua perasaan negatif ini membuat hidupku menjadi tidak efektif, celaka dan sia-sia akhirnya. Amin.

TINDAKANKU

Mengerjakan sebuah perubahan sikap hari ini pada situasi/kelompok yang saya tahu sedang tidak harmonis karena ada iri hati, agar tidak memanas dan membahayakan melainkan tercipta damai, kasih dan penerimaan yang tulus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«