suplemenGKI.com

Yesaya 58:9-12

 

Dipanggil Menjadi Agen-Agen Perubahan

 

Pengantar
Negara kita tercinta, Indonesia dipandang sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Hasil survai Transparency International, sebuah koalisi global melawan korupsi, menunjukkan Indonesia memiliki skor 32 dari 100 selama dua tahun berturut-turut, yakni 2012 dan 2013. Sebagai perbandingan, skor Singapura 86 dan Malaysia 50. Nilai 100 menunjukkan negara tersebut dipandang bersih dari korupsi sedangkan sebaliknya nilai 0 menunjukkan negara tersebut dipersepsi sebagai negara dengan tingkat korupsi sangat tinggi. Korupsi mengakibatkan kemiskinan. Harga barang dan jasa menjadi tinggi dan bahkan sering menjadi tak terjangkau oleh kaum miskin karena produsen dan penyedia jasa harus menanggung “pengeluaran yang tak semestinya” karena adanya korupsi dan mahalnya biaya pengawasan karena ketidak percayaan. Negara yang korup dapat dipastikan adalah negara yang juga bermasalah dengan keadilan bagi rakyatnya. Penegak hukum tak lagi tak dapat dipercaya karena doyan disuap. Lebih runyam lagi para siswa sejak dibangku sekolah sudah mengenal kecurangan, justru ketika mengikuti Ujian Nasional. Apa yang bisa dilakukan oleh jemaat Tuhan (gereja)? Rasul Paulus dalam I Timotius 3:15 mengingatkan, bahwa jemaat Allah harus hidup sebagai tiang dan penopang kebenaran. Jadi jelas kita tak dapat berpangku tangan menghadapi kondisi ini.

Pemahaman

Ayat 9-10             : Menurut Sdr apakah yang dimaksudkan dengan kalimat yang tertulis pada Ayat 9: “Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan menjawab, ….” ? Bilamana itu terjadi?

Ayat 11                 :  Pemulihan macam apa yang Tuhan janjikan bagi umatNya? Bacalah pula Ayat 8. Apa pula maksud kata-kata “dan akan membaharui kekuatanmu”? Bandingkan dengan      II Timotius 3:5.

Ayat 12 :  Siapa yang dikatakan “akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan  akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan”? Menurut Sdr apa maksudnya dalam konteks masa kini, khususnya di tengah kondisi bangsa dan negara Indonesia?

Ketika korupsi, ketidak adilan dan penindasan diupayakan dengan sungguh-sungguh untuk diberantas, kemiskinan tidak dibiarkan, kepedulian kepada sesama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, maka pada waktu itulah sebuah bangsa akan memanggil Tuhan dan Tuhan akan menjawab. Tuhan bahkan akan memulihkan keadaan bangsa tersebut. Sikap hati dan tindakan tersebut di atas bisa dimulai dalam lingkup kecil, yakni di kalangan umat percaya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Rasul Paulus dalam II Timotius 3:5 mengingatkan, bahwa bagi umat percaya, iman mereka dalam melaksanakan Firman Tuhan akan menjadi kekuatan mereka. Ketika umat Tuhan sudah dipulihkan dan dibaharui hidupnya, mereka akan diberikan tugas sebagai agen-agen perubahan untuk “membangun reruntuhan” serta memperbaiki dasar dan sendi-sendi kehidupan bangsa.

Refleksi
Apakah selama ini aku, sebagai orang percaya justru telah menyangkali kekuatanku dengan gaya hidupku yang mencintai diri sendiri dan menjadi hamba uang, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, … ? Apakah aku hanya secara lahiriah menjalankan ibadah tetapi memungkiri kekuatanku sebagai orang beriman (II Timotius 3:2-5) dengan tidak secara sungguh-sungguh melaksanakan firmanNya?

Tekad
Aku bertekad untuk bertobat dengan meninggalkan gaya hidupku yang lama dan belajar untuk tidak menindas orang lain sebaliknya peka dan peduli pada kebutuhan sesama agar “kekuatan”ku dipulihkan.

Tindakan
Dengan “kekuatan” dari Tuhan, aku melaksanakan tugas panggilanku sebagai agen perubahan di tengah lingkungan di mana aku ditempatkanNya. 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«