suplemenGKI.com

Yesaya 25:6-9

Yehovah Jireh: Allah Yang Menyediakan 

            Di suatu desa karena kemarau panjang, maka para petani sangat sulit untuk bercocok tanam. Padi, jagung, ubi kayu apalagi sayur-sayuran tidak bisa tumbuh karena tidak ada air. Keadaan desa tersebut sudah sangat memprihatinkan, penduduk desa kekurangan makanan, kekurangan air dan kehilangan mata penghasilan. Mereka menantikan pertolongan dari pemerintah kota, namun sangat lambat dan terbatas dan kalau ada itupun tidak memcukupi kebutuhan penduduk desa. Akibat kekurangan makanan, anak-anak mulai diserang busung lapar, kurang gizi bahkan berbagai penyakit lain bermunculan.

            Suatu pagi seorang petani naik ke bukit agak jauh dari permukiman, dari jauh dia melihat di permukaan tanah  perbukitan yang berwarna coklat kekuning-kuningan terdapat semacam umbi-umbian. Sejenis umbi talas muncul kepermukaan banyak sekali. Ketika dia mencoba menggalinya, ternyata itu adalah umbi talas hutan yang selalu muncul justru dimusim kemarau. Umbi talas hutan adalah makanan kesukaan babi hutan. Petani itu lalu mengambilnya dan dibawa pulang dan diolah menjadi makanan enak sebagai pengganti nasi selama musim kemarau. Keesokan harinya penduduk desa beramai-ramai naik ke bukit untuk mengambil umbi talas hutan sebagai pengganti nasi. Berkat umbi talas hutan yang muncul pada musim kemarau itu, mereka terhindar dari kelaparan.  Bacaan kita hari ini menceritakan bagaimana Tuhan akan menyediakan pertolongan secara komplit bagi umatNya, bukan hanya keselamatan tetapi juga kebutuhan jasmani. 

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa yang ingin ditunjukkan oleh penulis di ayat. 6 dengan menyebut daftar makanan yang melimpah?
  2. Apa makna kiasan: mengoyakan, meniadakan, menghapus air mata dari segala muka (ay. 7-8)
  3. Seberapa yakin kita akan pertolongan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita? 

Renungan:

            Bagian ini adalah nubuatan eskatologis yang berisi keyakinan akan adanya kesukaan bagi bangsa-bangsa yang datang kepada Allah (Gunung Sion) untuk beribadah dan menyembah Dia. Mereka yang datang menyembah kepada Tuhan akan dilengkapi kegembiraannya dengan berkat-berkat perjamuan terbaik dan berlimpah. Hal itu menunjukan pemeliharaan Allah yang sempurna bagi mereka yang setia menyembah dan menaruh pengharapan kepadaNya. Gambaran itu hendak meyakinkan umat Allah yang terkadang ragu dengan pemeliharaan Allah dalam hidupnya. Keraguan itu sering menggoda mereka untuk menjauhkan diri dari Tuhan. Melalui nubuatan ini diharapkan perjalanan pengiringan umat kepada Tuhan semakin mantap dan tidak goyah sekalipun terkadang harus berhadapan dengan kesulitan, tantangan dan penderitaan.

            Dalam perjalanan umat Israel mengiringi Tuhan, melalui gurun dan badai selalu saja ada hambatan, bahaya dan cemoohan. Hal itu digambarkan dengan kain kabung, maut dan aib. Keadaan itu adalah lumrah dalam perjalanan kehidupan manusia, apalagi orang-orang yang beriman kepada Tuhan yang selalu menjadi sorotan umum. Tetapi janji Tuhan bahwa Ia akan mengoyakan, meniadakan dan menghapus aib yang merintangi pengiringan umat kepadaNya pasti akan digenapi. Hal yang Tuhan kehendaki dari umatNya adalah tetap setia pada jalanNya dan yakin akan pertolongan Tuhan. 

Saudara, dalam perjalanan hidup kita menuju pengharapan kekal memang tidak mudah. Adakalanya kita harus berhadapan dengan hambatan, bahaya dan cemoohan. Pertanyaannya, seberapa yakinkah kita akan janji dan pertolongan Tuhan dalam hidup kita? Mari kita terus berpegang pada janji dan pengharapanNya karena Dia adalah Allah yang selalu setia pada janjiNya. 

“Janji Tuhan seperti fajar pagi hari yang tidak pernah terlambat terbit dan seperti sungai yang tidak pernah berhenti mengalir dalam hidup kita”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«