suplemenGKI.com

Selasa, 4 Maret 2014

03/03/2014

Bacaan : Kejadian 3 : 1-7

“Percobaan Hanya Dapat Mencobai Saja”

PENGANTAR
Pada dasarnya percobaan pertama di taman Eden sama dengan ribuan percobaan lainnya yang setiap kali menjatuhkan manusia ke dalam dosa. Tujuan si pencoba adalah memisahkan kehendak manusia makin lama makin jauh dari kehendak Tuhan Allah. Sadarilah akan hal itu.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana si pencoba itu datang kepada Hawa? Bagaimana ia mempengaruhi Hawa (ay. 1-6a)
  2. Bagaimana sikap Hawa dalam menghadapi si pencoba? (ay 2-3, 6b-7)
  3. Siapa yang lebih di dengar dan di taati Hawa? (ay 6-7)

Dalam kejadian 2:17 menyatakan bahwa Tuhan menempatkan manusia di bawah ujian, hal itu dilakukan Tuhan untuk mendidik manusia dalam mengatasi ujian / pencobaan, seolah-olah Tuhan menghadapkan kepada dua pilihan kepada manusia yaitu ikut jalan Allah atau ikut jalan iblis / si pencoba, disinilah manusia harus jeli dan hati-hati dalam menentukan pilihan, kalau tidak ia akan memilih ikut jalan iblis.

Jika kita perhatikan dengan seksama cobaan datang kepada Hawa tatkala ia seorang diri dan diselubungi dengan keelokan dan dilancarkan tahap demi tahap, mula-mula iblis hanya bertanya tentang Firman Allah, dengan  membelokkan firman Allah yang sesungguhnya (3:1). Sebenarnya jika Hawa tidak merespon atau mendengarkan maka iblis tidak akan menang, tetapi justru Hawa terus mendengarkan sehingga iblis pun melancarkan serangan berikutnya dengan memburuk-burukkan maksud baik Allah (3:5). Itulah awal dari kejatuhan manusia, ketika memberi peluang atau kesempatan kepada iblis, sehingga dengan piawainya iblis mempengaruhi manusia (Hawa). Mula-mula Iblis mempengaruhi telinga Hawa dan celakanya Hawa membiarkan telinganya mendengakan tipu rayu perkataan iblis.

Yang kedua iblis mempengaruhi penglihatan (mata) Hawa, ayat 5, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka dan ayat 6 menyatakan : perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya. Kesalahan yang fatal dari Hawa disini adalah manakala ia membiarkan penglihatannya (mata) menikmati benda yang ditunjukkan oleh si iblis.

Ketiga : ayat 6b…. lagi pula pohon itu menarik hati ….

Lalu ia (Hawa) mengambil dari buahnya dan memakannya. Disini Hawa membiarkan keinginan hatinya menguasai kemauannya dan manakala keinginan hati tidak terkendali disitulah manusia kalah dan salah dalam menentukan pilihannya dan dosa sudah menguasai dirinya.

Bercermin dari peristiwa Hawa yang terbuai dan kalah oleh bujuk rayu iblis, harus menjadikan kita lebih hati-hati terhadap tipu muslihat iblis, memang si pencoba itu ada tapi ia / iblis hanya dapat mencobai saja, jika kita berpegang teguh kepada Firman kebenaran maka kita dapat menang melawannya. Ayo kita kalahkan si pencoba kita pasti bisa. Amin.

REFLEKSI
Renungkanlah! Seberapa sering saudara mendapat cobaan?
Apakah saudara memberi peluang kepada si pencoba?
Bagaimana trik saudara untuk menang dari cobaan?

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya dalam menghadapi pencobaan supaya tidak salah memilih, dan tidak memberi peluang kepada si pencoba.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan memberi peluang lebih banyak kepada Tuhan, sehingga tidak ada kesempatan untuk iblis mencobai saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»