suplemenGKI.com

Selasa, 4 Juni 2013

03/06/2013

Mazmur 30:1-7

 

Rakyat Menderita Karena Pemimpin Kurang Peduli

 

Pengantar
Kemenangan demi kemenangan atas musuh-musuhnya sebagaimana dicatat dalam I Tawarikh 20 rupanya telah membuat Raja Daud merasa senang, puas diri dan menjadi tinggi hati. Pada saat itulah iblis membujuk Daud untuk menghitung orang Israel (I Tawarikh 21:1) untuk mengetahui berapa banyak pasukan pembawa pedang yang dapat diandalkan sekaligus dibanggakannya (I Tawarikh 21:5). Sekalipun Yoab, panglima perang Israel telah memperingatkan Daud, bahwa perbuatannya ini dapat mengakibatkan kemarahan Allah dan ujung-ujungnya rakyat Israellah yang menanggungnya (I Tawarikh 21:3), Daud tetap bersikeras. Akibatnya Allah menghajar orang Israel dengan mendatangkan penyakit sampar yang menewaskan 70.000 orang (I Tawarikh 21:14). Daudpun harus mengakui kebodohan dan kesalahannya (I Tawarikh 21:7-8). Inilah yang menjadi latar belakang Mazmur 30. 

Pemahaman
Ayat 6                :  Ketika Daud merasa senang dan puas diri, apa yang ada dalam
                                 pemikirannya?
                                 Menurut saudara apa makna kata-kata Daud: “Aku takkan
                                 goyah selama-lamanya”?
                                 Baca pula I Tawarikh 20 dan 21:1-5.
Ayat 7                :  Dalam penyesalannya Daud mengakui, bahwa sebenarnya 
                                  Allahlah yang membuatnya  berdiri kokoh, bukan kehebatan
                                  pasukannya. Apa kata-kata yang membuktikan pengakuan
                                 Daud itu? Lalu apa maksudnya ia mengatakan:  “ketika Engkau
                                 menyembunyikan wajahMu, aku terkejut.” (Bacalah Mazmur
                                 30: 2-3 dan sandingkan dengan I Tawarikh 21:9-16)
Ayat 2-3            :  Kesombongan Daud menjadikannya hanya berpusat pada
                                 dirisendiri dan kurang peduli terhadap rakyat Israel yang
                                 dipimpinnya. Menurut saudara apa yang dialami Daud
                                 sehingga ia mengucapkan kata-kata seperti tertulis pada ayat
                                 2 dan 3? Sandingkan dengan I Tawarikh 21:17.

Syukurlah Daud menyadari kesalahannya dan meminta pengampunan kepada Tuhan sehingga Tuhan memulihkannya dan juga memulihkan orang Israel.

Refleksi
Mungkin kita bukan pemimpin besar seperti raja Daud, namun Tuhan bisa mempercayakan sejumlah orang, entah itu anggota keluarga, anak didik, atau teman kerja di dalam tanggung jawab kita. Kasih dan kepedulian kita kepada mereka, membuat kita bersikap rendah hati dan senantiasa bergantung kepadaNya sehingga orang-orang yang kita pimpin, dalam kondisi sesulit apapun, akan selalu melihat pengharapan daripadaNya, bukan sebaliknya justru mengalami malapetaka. 

Tekad
Mengembangkan sikap peduli kepada setiap orang, khususnya orang-orang yang lebih “lemah” dariku, yang Tuhan percayakan kepadaku untuk aku bimbing.

Tindakan
Mulai saat ini aku akan lebih peduli dan menunjukkan kasihku kepada sesama yang membutuhkan pengharapan dari pertolongan Tuhan.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»