suplemenGKI.com

MEMUJI TUHAN YANG KASIHNYA TERUJI

Lukas 1 : 68 – 79  

Pengantar
Tidak semua relasi hidup menjadi pengalaman dan rencana yang bermakna abadi. Ada kalanya pengalaman berelasi itu hanya dijadikan monumen atau prasasti kuno yang tak berarti untuk masa berikutnya. Demikian pula relasi kita dengan TUHAN yang terkadang hanya sebatas ikrar iman secara perkataan pada suatu waktu, tanpa terwujud dalam perbuatan di waktu berikutnya. Hal ini berbeda sekali dengan cara TUHAN memandang pengalaman berelasi dengan umat-NYA. Janji dan rencana TUHAN itu sungguh teruji sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 1 : 68 – 79 sebagai bacaan Alkitab kita hari ini, di mana relasi dengan umat-NYA terus dipelihara dengan setia, bahkan sedia melawat dan menyelamatkan.

Pemahaman
Ayat  68 – 75       :  Apa yang membuat Zakharia menyatakan terpujilah TUHAN, ALLAH Israel?

Ayat  76 – 79       :  Siapa dan apa yang menjadi tugas Yohanes Pembaptis?

Zakharia menyatakan “terpujilah TUHAN” karena menyadari dan mengalami bahwa TUHAN telah melawat umat-NYA serta membawa kelepasan bagi mereka. TUHAN menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi umat-NYA di dalam keturunan Daud untuk melepaskan mereka dari tangan para musuh (baca: kejahatan/kuasa kegelapan) supaya dapat beribadah kepada TUHAN tanpa takut dan dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-NYA seumur hidup mereka. Pemeliharaan TUHAN di masa lalu dialami secara tak berkesudahan hingga kini.

Adapun Yohanes Pembaptis (putra Zakharia) akan disebut nabi ALLAH Yang Mahatinggi; karena akan berjalan mendahului TUHAN untuk mempersiapkan jalan bagi TUHAN, serta untuk memberikan kepada umat-NYA pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari ALLAH, dengan mana IA akan melawat mereka, laksana Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki mereka kepada jalan damai sejahtera.

Marilah kita menyambut lawatan TUHAN dengan hidup dalam pertobatan dan iman kepada TUHAN YESUS Kristus yang oleh-NYA kita mengalami pengampunan dosa, serta hidup dalam sinar terang kasih ALLAH dan senantiasa memuji TUHAN.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita senantiasa memuji TUHAN dalam kehidupan yang dianugerahkan-NYA?
  • Apakah kita terus membangun relasi kasih dengan TUHAN yang kasih-NYA sungguh teruji?

Tekad
TUHAN, jadikan aku sebagai pribadi yang senantiasa memuji TUHAN dan hidup dalam relasi kasih dengan ENGKAU setiap waktu. 

Tindakanku
Hari ini, saya akan membuat sebuah sajak atau puisi pendek berisi pujian bagi TUHAN sebagai hasil perenungan (refleksi) iman, dan berusaha mewujudkannya dalam ibadah yang sejati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«