suplemenGKI.com

MENITI JALAN KEBENARAN 

 Bacaan
Mazmur 25 : 1 – 10

Pengantar
Ada banyak jalan yang kita ketahui atau yang pernah kita lalui. Ada jalan yang mudah dan nyaman dilalui tapi ada pula yang sulit dan takut untuk dilewati. Kita juga mengenal ada banyak nama jalan, dan setiap nama jalan itu memiliki sejarah atau alasan penamaannya. Hari ini kita akan menaruh perhatian penuh pada sebuah nama jalan, bukan dalam arti fisik tapi lebih pada arti rohani, yaitu sarana kita untuk mencapai tujuan hidup. Jalan itu bernama Kebenaran. Sebuah pilihan jalan yang tak semua orang berani menitinya.

Pemahaman
Ayat 1 – 3 : Apa ungkapan jiwa Pemazmur sebagai seorang yang hidup menantikan TUHAN?
Ayat  4 – 5 : Apakah permintaan Pemazmur dalam penantiannya sepanjang hari?
Ayat  6 – 7 : Bagaimana sikap Pemasmur terhadap kehidupannya di masa lalu?  
Ayat 8 – 10 : Sebutkan beberapa pemahaman Pemazmur tentang TUHAN

Ungkapan jiwa Pemazmur ini adalah gambaran dari kebenaran hidup yang dinantikan oleh seorang yang menaruh kepercayaan kepada TUHAN, yaitu terbebasnya dari ‘rasa malu’ karena pilihan jalan hidupnya. Ini bukan sebuah pilihan yang main-main. Ini tentang pilihan jalan hidup yang juga sepenting pilihan tujuan hidup. Maka Pemazmur pun mempercayakan hidupnya dalam bimbingan dan pengajaran TUHAN yang diakui sebagai Penyelamat dirinya.

Sekalipun di masa lalu ia tak luput dari dosa dan pelanggaran, namun ia percaya bahwa rahmat, kasih setia, dan kebaikan TUHAN tersedia bagi mereka yang rendah hati, yang menyadari kesesatan hidupnya. TUHAN itu baik dan benar, segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan Kebenaran.

Marilah di masa adven ini kita makin merendahkan hati untuk sedia hidup dalam bimbingan dan pengajaran TUHAN, tidak harus melangkah lebar dan panjang, tapi dengan “meniti jalan kebenaran”.

Refleksi
Bayangkan atau pikirkan tujuan akhir hidup Saudara. Sebutkanlah jalan yang telah Saudara pilih untuk menuju ke sana! Apakah yang Saudara rasakan dalam perjalanan yang Saudara pilih? Apakah Saudara mengetahui bahwa itu adalah jalan kebenaran menuju tujuan anda? Seberapa mantap Saudara meniti jalan kebenaran tersebut? Mengapa?

Tekadku
Aku mau terus dipegang dan dibimbing oleh TUHAN dalam meniti jalan kebenaran yang harus kulalui.

 Tindakanku
Aku akan berpikir, berkata, dan berlaku/bersikap benar dalam pekerjaan dan pergaulanku mulai hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«