suplemenGKI.com

Selasa, 4 April 2017

03/04/2017

Menjadi Hamba Yang Taat dan Siap Menderita

Yesaya 50:6-9

Pengantar

Ada sebagian orang percaya yang mengatakan, bahwa dirinya adalah anak Tuhan dan bukan hamba Tuhan. Benarkah demikian? Mereka beralasan bukankah dalam Galatia 4:7 tertulis: Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah”. Kita memang sudah dijadikan anak Tuhan, namun anak yang memiliki hati seorang hamba (servant-hearted). Ini jelas berbeda dengan seorang anak yang bermental seperti hamba (servant-minded). Ia bukan hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga telah menyedihkan hati ayahnya. Yesus jelas Sang Putra Allah sebagaimana dideklarasikan sendiri oleh Allah Bapa (Markus 1:11dan keteguhan hati ). Namun Tuhan kita Yesus Kristus juga seorang Hamba. Dia adalah Hamba yang taat dan hidup menderita sesuai kehendak dan rencana Allah Bapa untuk menyelamatkan umat manusia. Mari kita belajar dari-Nya.

Pemahaman

Ayat 6   :Siapa hamba yang digambarkan mengalami penyiksaan seperti ini? Bandingkan dengan Markus 15:15; Lukas 22:63-65; Markus 15:19-20.

Ayat 7   :Seperti apa keyakinan dan keteguhan hati hamba itu saat mengalami penderitaan?

Ayat 8-9:Pernyataan kemenangan apa yang diucapkannya? Mengapa ia berani mengatakan demikian? Bandingkan dengan Roma 8:31

Penderitaan yang akan dialami oleh Sang Hamba Allah telah dinubuatkan sejak jaman Nabi Yesaya. Dalam Injil Markus dan Lukas kita dapat membaca penggenapannya. Jika Tuhan kita pernah mengalami penderitaan yang sedemikian, maka kita sebagai hamba-hamba pengikut-Nya juga tak akan luput dari berbagai penderitaan saat hidup di dunia ini. Namun, kita perlu meneladani Kristus yang di tengah berbagai penderitaan yang dialami, justru menunjukkan keyakinan akan pertolongan Allah Bapa. Ia mengatakan “Tetapi Tuhan ALLAH menolong Aku … ” (Ayat 7). Ia meneguhkan hati Hamba yang menderita itu dengan keteguhan seperti gunung batu dan tidak akan membuat-Nya malu. Pekik kemenanganpun mampu digemakannya dengan mengatakan seperti tertulis pada Ayat 8-9”  “… Siapakah yang berani berbantah dengan aku?; … siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?”.

Refleksi

Sudahkah aku berhati seorang hamba yang taat dan siap menderita dengan keteguhan hati mengandalkan pertolongan Tuhan?

Tekad

Belajar menjadi hamba yang taat seperti Kristus.

Tindakan

Ketika aku mengalami tantangan dan penderitaan hidup, maka aku akan mengingat Tuhanku pernah mengalaminya dan aku akan berdoa dan berjuang agar aku diteguhkan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»