suplemenGKI.com

SUDAHKAH YANG TERBAIK KUBERIKAN?

Ulangan 26:1-11

 

Pengantar

Apakah Saudara ingat sepenggal syair lagu NKB 199?

“Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan kepada YESUS, Tuhanku?

Besar pengurbanan-Nya di Kalvari! Diharap-Nya terbaik dariku.”

Lagu ini mengajak kita mengevaluasi ucapan syukur kepada TUHAN. Apakah selama ini kita telah mengucap syukur kepada TUHAN dengan memberi persembahan yang terbaik kepada-Nya? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 1-2 : Apakah yang harus dilakukan  Israel setelah mereka panen pertama di negeri baru yang mereka masuki?
  • Ayat 3-11: Mengapa Israel diminta mengingat  sejarah perjalanan kehidupan mereka sejak dulu sampai mereka berhasil  panen di negeri perjanjian?

Bacaan Alkitab hari ini menyatakan perintah kepada bangsa Israel agar mereka mempersembahkan buah sulung dari hasil panen pertama mereka setelah menduduki tanah perjanjian. Dalam ritual persembahan buah sulung itu, mereka juga diajak untuk mengingat sejarah perjalanan kehidupan mereka, sejak nenek moyang mereka menderita dalam penindasan dan penganiayaan sebagai budak di Mesir, lalu ALLAH mengubah mereka dari kaum budak menjadi umat Allah yang bebas dan diberkati. ALLAH menyertai dan menuntun perjalanan mereka di padang gurun dan akhirnya memberi mereka tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madu. Dengan mengingat tuntunan dan berkat TUHAN di sepanjang sejarah, maka persembahan hasil pertama itu keluar dari hati yang meluap dengan syukur atas kebaikan TUHAN dan pengakuan tentang hak TUHAN.

Bila kita mengingat penyertaan dan kebaikan TUHAN dalam perjalanan hidup yang telah kita lalui maka tidak sulit bagi kita untuk mengucap syukur dengan memberikan persembahan yang terbaik. Di tengah keluarga, para orang tua perlu mengajarkan dan memberikan teladan kepada anak-anak agar selalu mensyukuri kebaikan TUHAN yang mereka alami dan mengekspesikannya dengan memberi persembahan yang terbaik. Terkadang orang ragu-ragu memberikan persembahan yang terbaik sebab kuatir akan kekurangan berkat untuk membiayai kehidupannya. Padahal bila kita menghitung berkat dan kebaikan TUHAN di sepanjang sejarah kehidupan, kita akan terpesona sebab ada begitu banyak kebaikan dan berkat TUHAN yang telah kita alami. Dimasa kini dan masa depan, TUHAN juga tak pernah berhenti memberkati kita. Bila TUHAN telah memberi berkat dalam jumlah banyak maka ucapan syukur kita seharusnya juga banyak. 

Refleksi
Dalam keheningan, bayangkanlah ada hadiah uang yang akan diberikan kepada Saudara. Saudara diminta memilih lembar uang kertas  dengan nilai 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu, 10 ribu, 5  ribu, dan 2 ribu. Manakah yang akan Saudara pilih? Apakah saudara memilih lembar uang 100 ribu? Selamat, Anda boleh memilikinya! Tapi dalam kesempatan yang sama Saudara juga diminta untuk memiih, lembar uang yang akan Saudara pakai untuk memberi persembahan dalam kebaktian? Apakah Saudara memilih lembar uang 100 ribu juga?  Biasanya dengan mudah dan senang hati kita mau menerima berkat dalam jumlah besar tapi tidaklah mudah untuk memberi persembahan dalam jumlah besar bila kebutuhan kita sehari-hari saja belum tercukupi seluruhnya. Tapi Firman TUAHN hari ini mengajak kita membiasakan diri untuk memberi persembahan yang terbaik dengan tidak berpikir untung rugi sebab sesungguhnya berkat dan kebaikan yang TUHAN berikan telah memberi banyak keuntungan buat kita.

 

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku mengajak seluruh anggota keluargaku untuk memberikan persembahan yang terbaik dengan sukacita.

Tindakanku
Aku akan belajar mengucap syukur atas segala perkara hingga juga mampu menyiapkan persembahan yang terbaik dengan penuh ucapan syukur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«