suplemenGKI.com

2 Samuel 18:5-19, 31-33

HATI SEORANG AYAH

PENGANTAR
Menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak tidaklah mudah. Ketika menjalankan peran sebagai orang tua, kita tidak dapat menghindari terjadinya konflik dengan anak-anak kita. Tidak jarang, kita merasa terluka oleh sikap mereka terhadap kita. Kita marah karena mereka tidak menuruti kata-kata kita. Kita merasa cemas karena sikap mereka telah mengancam posisi dan harga diri kita sebagai orang tua. Dan, berbagai emosi negatif itu pun mengalir melalui kata-kata dan tindakan kita terhadap mereka.  Bacaan kita hari ini mengajar kita untuk tetap mempertahankan hati seorang ayah, meskipun di tengah hantaman badai kemarahan dan kecemasan.

PEMAHAMAN

Ay. 5            Mengapa Daud berpesan agar mereka berlaku lunak terhadap Absalom? Apakah risiko yang akan dihadapi Daud jika Absalom yang hendak membunuhnya itu dibiarkan tetap hidup? Apa yang dapat Anda pelajari dari sikap Daud ini? (lihat juga 18:31-33)

Ay. 9-18      Bagimana sikap dan tindakan Yoab terhadap Absalom? Mengapa Yoab tidak mengindahkan perintah Daud?

Sebagai seorang mantan pemimpin pasukan, Daud tentunya tahu bagaimana harus bersikap terhadap musuh-musuh yang membahayakan keselamatannya. Membiarkan musuh tetap hidup berarti memelihara bahaya dan ancaman tersebut. Itulah sebabnya, hukuman yang sangat berat (biasanya hukuman mati) akan diberikan kepada seorang pemberontak yang telah mengancam tahta dan keselamatan seorang raja. Namun, Daud sedang dalam posisi yang sulit karena sang pemberontak itu adalah Absalom, anaknya sendiri. Daud mempunyai pengalaman dan naluri seorang raja, namun Daud juga mempunyai hati seorang ayah. Hati seorang ayah itulah yang membuat Daud memerintahkan tentaranya agar mereka memperlakukan Absalom dengan lunak. Untuk mengeluarkan perintah semacam ini, Daud harus menyingkirkan kecemasan dan kemarahannya kepada Absalom yang telah merebut tahta kerajaan darinya.

Sikap Yoab, salah seorang pemimpin pasukan Daud, sangatlah berbeda. Terhadap Absalom, Yoab tidak memiliki hati seorang ayah seperti yang dimiliki Daud. Sikap dan tindakan Yoab terhadap Absalom semata-mata didorong oleh kemarahan dan kebencian seorang tentara terhadap seorang musuhnya. Ketika berjumpa dengan Absalom yang masih hidup, Yoab menikamnya dengan tiga lembing sekaligus. Kemudian, anak buahnya memukul dan membuhuhnya, dan melemparkan mayat Absalom ke dalam sebuah lobang di hutan.

REFLEKSI
Hati semacam apakah yang lebih sering mempengaruhi sikap Anda terhadap anak-anak Anda? Hati seseorang yang dikuasai oleh kecemasan dan kemarahan, atau hati seorang ayah?

TEKADKU
Tuhan, berikan aku kemampuan untuk mengatasi kecemasan dan kemarahanku agar aku dapat memperlakukan anak-anakku dengan hati seorang ayah.

TINDAKANKU
Aku akan mendoakan anak-anakku setiap hari. Dan, bila aku telah melukai hati mereka, aku akan meminta maaf kepada mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«