suplemenGKI.com

Bacaan : Mikha 3 : 8 – 12

Tema :Keberanian menyuarakan Kebenaran

 

PENGANTAR
 Keberanian adalah karunia yang diberikan Allah kepada seseorang  untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan kepada para pemimpin yang berkuasa. Tidak semua orang berani menegur ketidak adilan dan ketidak benaran yang terjadi, bahkan seolah-olah terjadi pembiaran. Karena merasa bukan tugasnya atau tidak berani karena posisinya lebih rendah. Namun tidak demikian dengan nabi Mikha, ia dengan tegas dan berani menyuarakan kebenaran kepada para pemimpin, ketika melihat ketidakadilan dan ketidakbenaran.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang mendasari keberanian nabi Mikha menyuarakan Kebenaran ? ( ayat 8 )
  2. Siapa saja yang ditegur oleh nabi Mikha ? ( ayat 9 – 11 )
  3. Apa saja isi teguran nabi Mikha ? ( ayat 9 – 11 ).
  4. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari bacaan/renungan hari ini ?

Nabi Mikha hidup dipimpin oleh Roh Kusus. Roh Kuduslah yang memberi kekuatan, keadilan dan keperkasaan kepada nabi Mikha dalam menjalankan tugas kenabiannya ( ayat 8 ). Roh Kuduslah yang memberikan kesanggupan kepada nabi Mikha untuk menyampaikan Firman Allah.  Ia tahu harus menyampaikan Firman Allah itu kepada siapa ? Nabi Mikha harus menyampaikan Firman Allah kepada para pemimpin Israel ( para pembesar Kerajaan dan Imam-imam ). Para pemimpin Israel dalam ayat-ayat yang kita baca disebut oleh nabi Mikha dengan sebutan : para kepala kaum Yakub, para pemimpin kaum Israel, pendiri Sion dan Yerusalem, para pengambil keputusan hukum, para imam dan para nabi ( ayat 9-11).

Kepada mereka ( para pemimpin ) nabi Mikha menyuarakan keadilan  terhadap ketidakadilan sosial yang terjadi, dimana rakyat yang miskin mengalami perlakuan yang semena-mena.  Nabi Mikha menyuarakan kebenaran terhadap kejahatan yang dilakukan oleh para pemimpin dan umat. Tindakan kejahatan yang dilakukan para pemimpin dan umat adalah kejahatan moral dan spiritual Nabi Mikha juga menegur setiap tindakan keserakahan yang dilakukan oleh para penguasa dan pemimpin spiritual. Semuanya itu dilakukan nabi Mikha dengan keberanian yang luar biasa agar para pemimpin bangsa dan pemimpin spiritual dapat bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Tugas menyuarakan Kebenaran bukan hanya tugas para nabi di Perjanjian Lama, tetapi juga menjadi tugas kita. Ketika kita melihat ketidakadilan, ketidakjujuran, tindakan-tindakan amoral atau praktek-praktek kejahatan, seharusnya kita terpanggil menyuarakan kebenaran, memberantas ketidakadilan, kejahatan dan tindak amoral tersebut. Persoalannya adalah: beranikah kita menyuarakan kebenaran?

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan ! Pernahkah saudara menjumpai tindak ketidakadilan, tindak kejahatan moral ? apa yang saudara lakukan ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah saya karena tidak berani menyuarakan kebenaran ! kiranya Allah Roh Kudus memberi keberanian kepada saya untuk menyuarakan kebenaran.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya harus berani menyuarakan kebenaran, seperti menegur ketidakadilan, kejahatan dls.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*