suplemenGKI.com

Selasa, 31 Mei 2016

30/05/2016

TUHAN SUMBER KEHIDUPAN SEMESTA

Mazmur 104 : 10 – 24

 

 

Pengantar
Ada ungkapan yang sering kita dengar, yaitu: “Membuat sesuatu itu lebih mudah daripada memeliharanya”. Tapi berkaitan dengan alam semesta, maka kita harus sadar, bahwa bukan kitalah yang membuatnya. Dan bahwa dalam hal pemeliharaan, TUHAN sebagai Sang Pencipta tetap berkarya dalam penyediaan maupun perlindungannya. Jadi bagaimana dengan kita sebagai ciptaan sekaligus umat TUHAN, apakah yang harus kita perhatikan dalam kehidupan di alam semesta ini? Untuk itu marilah kita membaca kitab Mazmur 104 : 10 – 24 agar menemukan teladan dan kebijaksanaan TUHAN serta pesan yang tersirat di dalamnya.

Pemahaman

Ayat 10 – 13   :  Bagaimana pekerjaan TUHAN berkaitan dengan penyediaan air sumber minuman?

Ayat 14 – 18   :  Apa wujud pemeliharaan TUHAN terkait sumber makanan dan tempat perlindungan?

Ayat 19 – 24   :  Bagaimana kebijaksanaan TUHAN terkait pengaturan waktu kerja bagi makhluk hidup?

Air adalah hal penting dalam kehidupan, maka tidak heran jika disebutkan secara lebih awal. TUHAN menyediakan kebutuhan air bagi segala ciptaan yang membutuhkannya. Sehingga penting untuk mensyukuri keberadaan (kelestarian) air dengan menjaga dan mempergunakannya secara baik (bertanggung jawab), tidak saja untuk manusia tetapi untuk semua ciptaan.

Tidak saja air yang diperlukan dalam hidup ini, maka TUHAN juga menyediakan makanan serta perlindungan bagi segala ciptaan-NYA. Berbagai sumber makanan disediakan TUHAN dengan juga melibatkan manusia untuk mengusahakannya. Ini menjadi petunjuk bagi manusia untuk tidak hanya berdiam diri dengan menikmati makanan yang tersedia, tapi juga bekerja untuk mengolah dan membudidayakan potensi alam yang TUHAN anugerahkan.

Dalam hal bekerja (manusia), atau bagi makhluk hidup lain itu mencari mangsa, TUHAN secara bijaksana memberi fasilitas penentu waktu, yaitu bulan dan matahari. Fasilitas ini sekaligus memberi keseimbangan bagi kehidupan makhluk. Dengan adanya penentuan (pengaturan) waktu ini maka kehidupan ini dapat dijalankan secara lebih teratur dan baik serta tidak serakah. Maka penting untuk memperhatikan aspek waktu kerja, agar hidup ini bisa dimaknai sebagai hidup dalam kecukupan walau dalam kelimpahan ilahi.

Refleksi
Marilah kita merenungkan, apakah selama ini kita telah bersyukur atas pekerjaan, pemeliharaan, dan kebijaksanaan TUHAN melalui alam ini, dan sudahkah kita bertanggung jawab atas segala anugerah-NYA ini?

Tekadku
Ya TUHAN, tolonglah saya agar dapat terlibat dalam pekerjaan dan pemeliharaan TUHAN atas alam dan kehidupan segala makhluk sesuai kebijaksanaan TUHAN.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan lebih berhemat dalam penggunaan air, minum dan makan secukupnya, serta bekerja secara bijaksana.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»