suplemenGKI.com

Bacaan : Mazmur 118 : 1-2, 14-24.

“Untuk selama-lamanya kasih setiaNya”

PENGANTAR.
Mazmur ini merupakan rentetan syair penutup yang dinyanyikan pada malam Paskah, agar murid-murid Tuhan Yesus mengerti makna sengsara dan penderitaan serta kebangkitan Yesus dari antara orang mati.Demikian juga kita bisa belajar melalui pengalaman pemazmur tentang kasih setia Allah yang tidak akan lekang oleh waktu, situasi dan kondisi.

PEMAHAMAN.

  1. Pemazmur mengajak apa kepada pembacanya ? (ayat 1-2)
  2. Peristiwa  apa saja yang dialami oleh pemazmur ? (ayat 13-18).
  3. Apa sebutan dari pintu gerbang Allah ? bagaimana umat bisa masuk kedalamnya ? (ayat 19-21).
  4. Apa yang dikatakan tentang batu penjuru ? (ayat 22-24).

Pemazmur mengajak umat percaya untuk bersyukur atas kasih setia Allah yang terus nyata dalam kehidupannya. Namun untuk memahami kasih setia Allah itu tidaklah mudah. Seringkali umat percaya memahaminya dengan berkat finansial yang diterima atau dengan perlindungan Allah yang luar biasa. Tetapi kasih setia Allah itu tetap nyata dalam situasi dan kondisi apapun.  Seperti yang dialami pemazmur, ia ditolak, didorong sampai jatuh, diinjak–injak sampai tidak dapat bangun, menjadi pengalaman pahit yang sangat menyakitkan. Namun dalam situasi pahit seperti itu pemazmur mengalami pertolongan Tuhan.

Yesus Kristus juga mengalami penolakan, penderitaan sampai kepada kesesakan  yang sangat mengerikan diatas kayu salib. Disinilah Yesus menyamakan diriNya dengan batu  dalam ayat 22-23. Ia adalah batu penjuru kerajaan Allah yang dibuang oleh para imam dan ahli Taurat, namun didalam rencana Allah telah tersedia tempat utama bagiNya. Pintu gerbangnya disebut pintu gerbang kebenaran dan keadilan, setiap orang yang akan masuk melalui pintu tersebut  harus membuktikan kesungguhan hatinya dengan tidak ada dosa dan maksud jahat dalam hatinya.

Sesungguhnya kita bersyukur kepada Allah karena didalam Yesus kita melihat betapa baiknya Tuhan Yesus, yang kasih setiaNya nyata kepada kita sekalian, baik dalam suka maupun duka, kemarin, hari ini sampai selama-lamanya. Bagaimana dengan anda ?

REFLEKSI.
Apakah anda merasakan kasih setia Allah ?  dalam wujud apa kasih setia Allah itu anda rasakan ? bagaimana respon anda terhadap kasih setia Allah ?

TEKADKU.
Ya Tuhan Yesus, saya mengucap syukur atas kasih setiaMu. Engkau telah memberi keselamatan dan senantiasa menyertaiku dalam suka dan duka.

TINDAKANKU.
Saya akan menyaksikan kasih setia Allah kepada orang lain, menguatkan mereka yang sedang mengalami pergumulan hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«