suplemenGKI.com
Bird

Bird

Yesaya 40:12-26

“KUASA-NYA TERUJI”

Kadang kita menyanyikan lagu-lagu yang menyatakan kebesaran Tuhan dan juga kuasa serta kedahsyatan-Nya. Hari ini kita bersama akan merenungkan sebuah perikop yang memberikan gambaran tentang kuasa Allah itu.
-    Bagaimana kedahsyatan kuasa Allah digambarkan dalam bacaan kita
hari ini? kalau Saudara diminta untuk melukiskan kedahsyatan kuasa
Allah tersebut dengan kata-kata sendiri, bagaimanakah Saudara
melukiskannya?
-    Apakah pengaruh kedahsyatan kuasa Allah itu dalam hidup Saudara?

Renungan
Setelah menyampaikan berita bahwa Allah yang menjanjikan pembebasan itu adalah Allah yang senantiasa menepati janji, maka kini Penulis kitab Yesaya menggambarkan bahwa Allah itu adalah Allah yang maha kuasa. Dia adalah Allah yang tiada bandingnya. Gambaran kemahakuasaan Tuhan ini dapat diketegorikan penulis Yesaya dalam dua hal.
Pertama, Dia adalah pencipta segala sesuatu, baik itu air laut (yang menakutkan bagi suku tertentu), tanah (di mana masing-masing wilayah dianggap memiliki penguasanya), gunung (yang dipercayai sebagai tempat dewa), semua diciptakan-Nya di dalam hikmat-Nya yang sempurna. Allah mengerjakan semuanya itu dengan tanpa nasihat dari siapapun atau pihak manapun. Tak perlu Dia diberi petunjuk supaya dapat bertindak dengan pengertian. Sebab tidak ada yang dapat menandingi Dia dalam hal apapun. Namun cara kerja Allah di dalam kemahabesaran serta kemahabijaksanaan-Nya itu kadang memang tidak dapat dipahami oleh manusia. Dalam perasaan was-was itu manusia cenderung mencari jalan sendiri. Dalam kebingungan mencari jalan itu kemudian manusia mencoba menciptakan “allah” bagi diri mereka sendiri. Padahal semuanya itu tidak sebanding dengan Allah. Bangsa-bangsa bagaikan setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca, dan pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya
Kedua, Dia bukan hanya mencipta,tapi juga memelihara, mengatur segalanya. Para penguasa yang diakui memiliki otoritas untuk mengatur pun tidak ada apa-apanya jika dibandingkan Allah. termasuk di sini adalah raja Babel yang pada waktu itu terkesan telah menguasai dunia karena sedemikian luas wilayah yang ditaklukkannya. Bukan hanya penguasa di bumi saja yang dijadikan pembanding, tapi penguasa di angkasa yang kadang disembah sekalipun juga Allah yang mengatur. Disebut penguasa di angkasa karena matahari, bintang dan bulan telah menjadi sesembahan bangsa-bangsa.
Menyembah kepada Allah yang sedemikian berkuasa, tentulah sangat membanggakan. Seharusnya dengan merenungkan kemahakuasaan Allah seperti ini dapat membuat kita semakin berani mempercayakan hidup ini ke dalam genggaman tangan-Nya. Kalau Dia berkuasa untuk mencipta dan memelihara alam semesta beserta isinya, pastilah Dia juga sanggup memelihara hidup Saudara dan saya.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«