suplemenGKI.com

“Mampu Bercahaya karena Terang Tuhan”

Yesaya 60:1-7

 

Pengantar
Dalam sebuah rumah, keberadaan lampu sangatlah penting karena dapat menerangi seisi rumah. Lampu dapat berfungsi sebagai penerang yang baik jika diletakkan di bagian atas sehingga setiap sudut ruangan mendapat pencahayaan. Gambaran ini digunakan oleh Allah untuk menjelaskan arti kehadiran bangsa Israel di tengah dunia. Bangsa Israel diharapkan dapat tunduk kepada Allah sehingga melalui bangsa Israel, segala bangsa mendapatkan berkat Allah. Tetapi, ketika Yesaya 60:1-7 ini ditulis, akibat bangsa Israel tidak tunduk kepada Allah, mereka didisiplinkan Allah dalam pembuangan di Babel. Maka, Allah melalui nabi Yesaya memberikan suatu janji, yaitu bangsa Israel dapat kembali menjadi terang.

Pemahaman

  • Ayat 2a             : bagaimana kondisi bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain saat itu?
  • Ayat 1               : Apa hal pertama yang membuat bangsa Israel dapat menjadi terang?
  • Ayat 3-4, 6b      : Apa hal kedua yang membuat bangsa Israel dapat menjadi terang?
  • Ayat 5b-7          : Apa hal ketiga yang membuat bangsa Israel dapat menjadi terang?

Meskipun dalam ayat 2a diceritakan bahwa seluruh bangsa ada dalam kegelapan dan kekelaman, Allah menjanjikan bangsa Israel dapat bangkit dan kembali menjadi terang (ay. 1a). Dari dalam dirinya sendiri, bangsa Israel tidak mungkin dan tidak mampu menjadi terang karena mereka telah jatuh ke dalam berbagai dosa sekaligus terbelenggu oleh kerajaan-kerajaan yang tidak mengenal Allah. Tetapi, nabi Yesaya menubuatkan bahwa mereka akan dimampukan Allah menjadi terang karena alasan pertama, “kemuliaan TUHAN terbit…” atas mereka (ay. 1b).

Selanjutnya, alasan kedua mengapa bangsa Israel dapat menjadi terang adalah karena Allah menyatakan perbuatan ajaibnya kepada segala bangsa dan golongan (ay. 3a, 4, 6b) melalui keberadaan bangsa Israel yang memancarkan cahaya TUHAN (ay. 3b). Apa yang dapat dilakukan bangsa Israel melalui terang TUHAN ini berdampak baik bagi bangsa-bangsa.

Alasan ketiga adalah karena TUHAN akan memakai segala bangsa juga untuk menjadi alat kemuliaan-Nya. Bangsa-bangsa lain juga akan memajukan pekerjaan TUHAN dengan memberi kelimpahan berkat mereka (ay. 5b) dan mempersembahkan korban-korban terbaik mereka yang diperkenan TUHAN (ay. 7).

Refleksi
Kristus pernah berkata, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Nubuat Allah telah digenapi dalam Yesus Kristus. Dengan hadirnya Kristus yang menerangi setiap kita, kita diajak-Nya untuk menjadi terang seperti yang Ia katakan, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat. 5:16). Sudahkah satu tahun ini hidup kita disinari terang Kristus dan menyinari berbagai kegelapan hidup di sekitar kita?

Tekadku
Tuhan Yesus, ampuni aku jika selama ini lebih menyukai kegelapan atau menyimpan terang-Mu bagi diriku sendiri. Terangi hidupku sekali lagi supaya aku mengerti bagaimana dapat hidup menerangi sesama.

Tindakanku
Hari ini aku akan membangun mezbah keluarga di akhir tahun untuk mensyukuri berbagai kebaikan Tuhan dalam hidup keluargaku, mengevaluasi diri kami masing-masing, serta memperbarui tekad setiap anggota keluarga untuk menjadi terang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«