suplemenGKI.com

KELUARGA YANG MENGIKUTI TELADAN KRISTUS

1 Petrus 2 : 18 – 25

 

PENGANTAR
Surat 1 Petrus, ditujukan kepada orang-orang pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia ( 1 Petrus 1 : 1 ). Orang-orang Kristen ( bersama keluarga ) yang berada di wilayah tersebut mengalami penderitaan dan penganiayaan, yang dilakukan oleh penguasa yang bertindak sewenang-wenang.

Meskipun berada dalam penderitaan, rasul Petrus menasehati  jemaat agar tetap tunduk dengan rasa hormat kepada penguasa baik yang ramah maupun yang jahat. Dalam kondisi sedang menderita itulah rasul Petrus menyebutnya sebagai kasih karunia.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana sikap orang Kristen ( kita ) di tengah-tengah masyarakat ? ( ayat 18-20)
  2. Apa alasan dan nasehat rasul Petrus ? ( ayat 21-25 )

Tidak mudah bagi orang yang sedang menderita dapat menerima nasehat rasul Petrus tersebut. Bagaimana mungkin kita dapat menerima perlakuan yang tidak adil begitu saja ? Bahkan di ayat 19-20, penderitaan akibat ketidakadilan tersebut disebut sebagai kasih karunia Allah ? Mengapa demikian ? Di ayat ini kata “kasih karunia” berasal dari kata yunani “kharis” yang berarti sikap yang baik kepada pihak lain. Seringkali kata “kharis” dipakai untuk sikap Allah yang baik kepada kita bukan karena perbuatan kita melainkan karena penebusan dalam Kristus. Artinya, jika kita tetap menerima penderitaan akibat ketidakadilan dengan rela hati tanpa bersungut maka dimata Tuhan itu adalah kasih karunia.

Bagaimana kita tahu bahwa Tuhan berkenan atas penderitaan yang tidak adil tersebut merupakan kasih karunia ? Yang pertama : Karena Kristus telah mengalaminya. Perlakuan terhadap Kristus ketika Dia ditangkap, disalibkan adalah perlakuan yang tidak adil karena Kristus tidak bersalah dan tidak berdosa ( ayat 22 ). Namun Kristus tidak membalas (23). Oleh sebab itu, jika orang Kristen harus mengalami penderitaan yang tidak adil, itu adalah kasih karunia. Dengan demikian kita harus meneladani Kristus dalam penderitaan-Nya dan menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk melakukan perbuatan baik walau harus mengalami penderitaan ( ayat 24-25).

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : apakah anda pernah mengalami penderitaan karena ketidakadilan ? Bagaimana perasaan anda ketika anda mengalami hal itu ? Tahukah anda bahwa itu adalah kasih karunia ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ajarlah saya untuk meneladani Kristus ketika saya harus menderita.

TINDAKANKU
Saya akan belajar sabar dan iklas, ketika harus menderita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«