suplemenGKI.com

Mazmur 1:1-6

IDENTITAS ORANG BENAR

Kitab Mazmur dibuka dengan nasihat tentang hidup yang beretika dan bermoral di hadapan Tuhan.  Pemazmur memperhadapkan pembacanya pada dua pilihan dalam menjalani hidup yaitu sebagai orang benar atau orang fasik.  Pada hari ini kita akan belajar pilihan yang pertama yaitu hidup sebagai orang benar.

  • Apa identitas diri orang benar? (ay. 2)
  • Kebahagiaan seperti apakah yang didapatkan oleh orang benar? (ay. 3)
  • Renungkan identitas diri saudara di hadapan Tuhan dan sesama!
  • Kebahagiaan seperti apa yang saudara dapatkan ketika mau hidup sebagai orang benar?

RENUNGAN

Sesungguhnya hidup sebagai orang percaya menuntut kita untuk memiliki hidup yang beretika dan bermoral.  Tentu saja sebagai orang percaya, etika dan moral hidup kita dinilai dari sudut pandang firman Tuhan.  Mazmur 1 memperlihatkan bagaimana seharusnya orang percaya memiliki hidup yang beretika dan bermoral, yang menurut bacaan kita pagi ini disebut sebagai orang benar.  Melalui firman Tuhan yang sudah kita baca, identitas diri orang benar adalah orang yang menyukai taurat Tuhan.  Menyukai firman Tuhan berarti selalu ingin mencarinya, selalu ingin mendapatkannya serta selalu ingin merasakannya.  Apakah orang benar hanya sekadar menyukai taurat Tuhan?  Jelas tidak!  Orang benar selalu menyukai taurat Tuhan itu, lalu merenungkan dan menjalankan siang dan malam.  Itulah hidup orang benar.

Dengan kata lain, orang benar adalah orang yang mencintai Tuhan, mencintai jalanNya, serta melakukan perintahNya dalam hidup sehari-hari.  Oleh karena kesukaan dan ketaatannya pada perintah Tuhan maka orang benar menjadi orang yang berbahagia (baca: diberkati).  Dalam Mazmur ini kebahagiaan orang benar digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah, dan tidak layu daunnya.  Ayat 3d mengatakan orang benar hidup sebagai orang yang selalu berhasil dalam perbuatannya.  Dengan demikian, jelas bahwa bagi orang benar, kebahagiaan (berkat) bersumber pada kebenaran dan jalan Tuhan, tidak ditentukan oleh kebahagiaan menurut ukuran dunia yang bersifat fana.  Inilah yang diilustrasikan dengan pohon yang terus menghasilkan buah.  Orang benar senantiasa berhasil dalam hidupnya.  Keberhasilan bukan berdasarkan ukuran manusia, tetapi ukuran Tuhan.  Orang benar menjalani hidupnya dengan bermakna, yaitu dengan terus melakukan perintah Tuhan setiap hari.  Inilah kebahagiaan kekal yang diterima oleh orang benar.

Hidup sebagai orang benar merupakan wujud iman dan ketaatan di hadapan Tuhan.  Bagaimana dengan hidup kita?  Identitas seperti apa yang kita tunjukkan di tempat kita bekerja, di sekolah, dalam pelayanan dan di tengah-tengah keluarga.  Apakah kita mau berusaha menjadi orang benar di hadapan Tuhan?  Sesungguhnya Tuhan yang memampukan kita untuk menjalani hidup sebagai orang benar dan Dia selalu menghargai usaha kita untuk bertumbuh menjadi orang benar.  Kebahagiaan menjadi bagian hidup kita ketika mau menjadi orang benar.

Orang benar hidup dalam berkat Tuhan.

Namun yang terpenting orang benar hidupnya dekat dengan Sang sumber hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«