suplemenGKI.com

Keluaran 20:3-6

MENGUTAMAKAN ALLAH

 

Pengantar
“Jika satu pihak saja yang berusaha mencinta, sementara pihak lain tampak biasa saja.  Maka janganlah cinta itu kau kejar.  Sebab yang ada hanyalah cinta yang bertepuk sebelah tangan.”  Dalam konteks relasi Allah dan manusia, anjuran ini tidak berlaku bagi Allah yang tetap mencinta manusia.  Sebaliknya, manusialah yang harusnya menanggapi cinta Allah dengan cara mengutamakan Dia. 

Pemahaman
Ayat 3:  Apa yang Allah tegaskan dan tuntut di ayat ini?
Ayat 4:  Apa yang Allah tegaskan untuk tidak dilakukan umatNya?
Ayat 5:  Karakter Allah yang bagaimana yang terdapat di ayat ini?
Ayat 6:  Apa yang Allah lakukan kepada orang yang taat?

Sama seperti layaknya sebuah hubungan, mengutamakan pasangan yang tercermin melalui sikap adalah hal yang penting. Melalui sikap yang mengutamakan pasangan, kedalaman cinta seseorang menjadi terbukti.  Itulah gambaran hubungan dibalik aturan atau ketentuan yang Allah sampaikan lewat hambanya, Musa (19:25) kepada Israel, umatNya.  Bukan bermaksud membebani atau membelenggu.  Sebaliknya, aturan atau lebih tepatnya komitmen bersama dibuat sebagai ungkapan cinta Allah kepada umatNya, seperti yang tercermin dibalik perintah, “jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku . . . jangan membuat bagimu patung . . . jangan sujud menyembah kepadaNya atau beribadah” (ayat 3-5).  Mengapa Allah dengah tegas menyatakan “jangan”?  Apakah Allah takut disaingi para allah sesembahan bangsa Kanaan?  Ataukah Allah takut kecewa dengan Israel yang bisa saja berbalik kepada allah-allah Mesir?  Bukan itu jawabannya.  Allah ingin menunjukkan bahwa diriNyalah satu-satunya Pribadi yang hidup, berkarya (ayat 2) dan bisa diandalkan.  Allah seolah menantang umatNya dengan berkata, “kalau allah-allah itu bisa diandalkan, silahkan percaya.  Tetapi bila tidak, kepadaKu saja engkau harus percaya.  Tidak perlu yang lain.”

Mengutamakan Allah dalam setiap aspek hidup dimulai dari pengenalan tentang Dia, lalu meningkat menjadi berpengalaman bersama Dia dalam proses pergumulan hidup yang penuh dengan pilihan.  Mengutamakan Allah tampak dari kesungguhan menerapkan pola hidup yang menyenangkan hati Allah.  Namun bukan berarti sekadar aktivitas rohani tetapi lebih kepada sikap hati yang dengan sengaja berpihak kepada perintahNya di atas semua kepentingan.  Fokus terpenting dalam hidup adalah menjalani hidup yang berkenan di hadapanNya.  Ibarat mencinta, keindahan cinta akan terasa bilamana jalinan kasih yang diharapkan tidak bertepuk sebelah tangan.  Itulah jalinan kasih antara Allah dengan manusia yang bersedia mengutamakan Dia

Refleksi
Mengasihi Allah berarti mengutamakan Dia dalam segala hal.

Tekadku
Aku bertekad mengutamakan Allah di setiap pilihan hidup yang aku jalani.

Tindakanku
Aku akan mewujudkan tekadku dengan cara melakukan yang benar sesuai perintahNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«