suplemenGKI.com

MENGAJARKAN HAL PENTING

Ulangan 6:4-6

Pengantar
Mengajarkan sesuatu kepada anak-anak memang harus dilakukan berulang-ulang, supaya anak-anak bisa mengingat dan mengerti dengan baik. Apalagi yang kita ajarkan itu adalah hal yang sangat penting atau yang berkaitan dengan masa depan mereka. Melalui teks ini kita juga akan belajar bagaimana para orang tua seharusnya mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak. 

Pemahaman

  • Ayat 4-5         : Pengajaran penting apakah yang disampaikan Musa kepada bangsa Israel tentang Allah?
  • Ayat 6-9         : Apa saja yang harus mereka lakukan berkaitan dengan pengajaran tentang Allah itu?

Pengajaran yang terpenting tentang Tuhan adalah bahwa “TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Ayat ini merupakan pengakuan iman yang biasa disebut “Shema” yang setiap hari dibacakan oleh orang Yahudi yang saleh. Inti dari seluruh perintah Allah adalah tercantum dalam ayat 5 yaitu “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu (Mat. 22:35-40). Ini adalah pondasi bagi hubungan kerohanian yang benar.

Pertama, umat Israel harus “memperhatikan” perintah-perintah Tuhan. Kata Ibrani untuk “perhatikan” (LAI: TB) di sini seharusnya diterjemahkan “ada dalam hati”. Dalam budaya Israel, “hati” seringkali dianggap sebagai pusat kehidupan seseorang. Sesuatu yang terpenting dan yang menggerakkan seluruh aspek kehidupan. Jadi, bukan sekedar “memperhatikan” (LAI: TB), seolah-olah ini hanya sebuah aktivitas visual dan intelektual. Tetapi ini tentang meletakkan sesuatu yang terpenting (Firman Tuhan) di tempat yang terpenting (hati manusia). Keesaan dan keutamaan Tuhan seharusnya sudah ada dalam hati para orang tua sebelum mengajarkan firman kepada anak-anak (orang lain).

Kedua, mereka harus mengajarkan kebenaran firman dengan rajin. Kata berulang-ulang (LAI: TB), sebagian besar terjemahan versi Inggris memberi terjemahan “dengan rajin”. Tambahan “dengan rajin” dan “berulang-ulang” ini sangat penting karena tidak banyak orang tua rajin untuk mengajarkan Firman kepada anak-anak mereka. Dengan rajin dan berulang-ulang ini berarti dalam setiap momen: mengajar pada waktu duduk, berbaring, bangun maupun di tengah perjalanan. Setiap saat adalah momen pengajaran bagi anak (orang lain), tidak ada momen terlewatkan. 

Refleksi
Sudahkah kita memberitakan Injil secara pribadi kepada anak-anak kita (orang lain)? Sudahkah kita hidup berpadanan dengan Injil itu? Sudahkah menggunakan setiap kesempatan yang kita miliki untuk memberitakan Injil atau mengajarkan tentang Tuhan kepada anak-anak kita atau orang lain?

Tekadku
Tuhan tolong saya untuk bisa menghidupi firman dalam segala aspek kehidupan saya sebelum saya mengajarkan atau memberitakannya kepada anak-anak saya atau orang lain.

Tindakanku
Hari ini saya akan menceritakan firman Tuhan atau memberitakan Injil secara pribadi kepada anak saya, atau kepada saudara, teman, atau orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«