suplemenGKI.com

Selasa, 30 Juni 2020

29/06/2020

1 Yohanes 4:1-6

 

MENGUJI ROH

 

Pengantar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata uji berarti percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu. Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa sesuatu diuji untuk melihat mutu, ketahanan, kualitas, dan lain sebagainya. Salah seorang dosen atau pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta yang cukup terkenal dengan buku seri selamat Dr. Andar Ismail pernah bercerita bahwa sebelum melaksanakan ujian kepada para mahasiswa, Dr. Andar Ismail mengirimkan soal-soal atau materi ujian tersebut ke Amerika untuk diperiksa dan diuji sebelum dipergunakan. Hal ini memperlihatkan bahwa dalam dunia pendidikan penting untuk menguji materi ujian sebelum diujikan kepada siswa.

Dalam dunia kerohanian menguji sesuatu juga ternyata sangat penting untuk dilakukan. Seperti nasihat yang disampaikan Yohanes kepada jemaat Kristen dalam teks bacaan hari ini.

Pemahaman
Ayat 1                   Mengapa jemaat didorong untuk menguji roh ? Apa yang Yohanes maksudkan dengan menguji roh ?
Ayat 2-6               Bagaimanakah membedakan Roh Allah atau Roh Kebenaran dengan roh yang menyesatkan ?

Apabila dengan seksama memperhatikan keseluruhan surat Yohanes yang pertama ini maka akan dijumpai salah satu persoalan yang sedang dihadapi oleh jemaat dimana surat ini dialamatkan. Persoalan itu adalah kehadiran ajaran sesat yang berada disekitar komunitas jemaat Kristen (2:26) dan tampaknya ada yang sudah terpengaruh (2:19). Itulah sebabnya Yohanes mengingatkan jemaat Kristen untuk ‘menguji roh’. Tentu yang dimaksudkan Yohanes dalam teks bacaan adalah agar jemaat Kristen memiliki sikap kehati-hatian dan memiliki sikap Kritis terhadap setiap ajaran yang ada disekitarnya.

Yohanes dengan tegas memilah manakah ajaran yang benar dengan ajaran yang menyesatkan. Ajaran yang benar dan berasal dari Allah percaya dan mengakui Yesus Kristus, sedangkan ajaran yang menolak Yesus Kristus berasal dari antikristus. Perbedaan keduanya dengan tegas dijabarkan oleh Yohanes dalam teks bacaan dan dalam keseluruhan surat.

Bersikap Kritis dan hati-hati adalah hal yang perlu dibangun oleh setiap orang Kristen. Sejak dahulu hingga saat ini ada banyak ajaran disekitar komunitas kristen atau disekitar gereja. Ajaran-ajaran itu semua terkesan sama dan tidak berbeda. Semua mengklaim bicara tentang Firman Tuhan, semua seolah-olah mengajarkan berita Injil, seolah olah juga memuliakan nama Allah. Namun sesungguhnya yang mereka bicarakan dan ajarkan adalah hal-hal yang menyesatkan dan hanya berorientasi pada diri sendiri dan hanya untuk kemuliaan dirinya. Itulah sebabnya sikap kritis dan kehati-hatian itu penting dibangun agar setiap roh yang menyampaikan firman Tuhan dapat diuji sehingga umat tidak terjebak pada kesesatan.

Refleksi
Nasihat Yohanes dalam bacaan hendak mengarahkan umat untuk membangun kapasitasnya sebagai orang Kristen. Terus menggali pengetahuan tentang Allah dan firmanNya. Terus mencari Allah dengan segenap hati. Tidak terjebak pada berbagai-bagai ajaran yang belum tentu membawa umat dalam cara berpikir dan bertindak yang benar.

Tekadku
Ya Allah mampukan kami untuk membangun kapasitas kami  sebagai orang Kristen. Jangan biarkan kami terombang ambing oleh banyaknya berbagai pengajaran disekitar kami. Tolong kami untuk senantiasa berpikir kritis.

Tindakanku
Secara tekun mengikuti Penelaahan Alkitab, pembinaan-pembinaan. Secara tekun membaca Alkitab dan berbagai buku yang direkomendasikan untuk dibaca dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»