suplemenGKI.com

MAZMUR 72

“PEMIMPIN YANG BERHATI GEMBALA”

PENGANTAR

Mazmur ini merupakan sebuah doa dan harapan agar Israel memiliki seorang raja yang bijak dan benar. Doa ini sekaligus merupakan gambaran pengharapan akan datangnya Mesias, Raja yang sesungguhnya.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 4, 7, 12-14: Karakter dan tindakan apa yang mestinya dimiliki seorang raja/pemimpin/kepala pemerintahan?
  2. Apakah hal-hal seperti ini kita temukan dalam pemerintahan para pemimpin kita?
  3. Ayat 18-19: Dibalik kesejahteraan dalam suatu pemerintahan dan berkat yang dinikmati, kebaikan siapakah yang harus kita akui? Kebenaran penting apa yang kita pelajari?

Sebagai seorang pemimpin, beberapa karakter dan tindakan yang harus dimiliki dan dikembangkan adalah : Pertama, menjalankan keadilan (72:4, 7). Seorang pemimpin harus berani menjalankan keadilan tanpa kompromi, memberi keadilan bagi banyak orang melalui hukum yang berlaku, bukan sebaliknya justru menyalahgunakannya. Kedua, memperjuangkan kepentingan rakyat banyak (72:4, 12-14). Yang harus mendapat prioritas pertolongan dan perhatian adalah justru orang yang miskin, yang tertindas, dan yang tidak punya penolong, sebab mereka tidak berdaya dan bahkan ditinggalkan orang. Pengusahaan kesejahteraan harus merata untuk semua kalangan, bukan yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Ketiga, tegas (72:4, 9). Tegas bukan berarti otoriter, tetapi berarti berani bersikap dan bertindak secara benar dan tepat saat menghadapi kesalahan, berani untuk tidak populer.

Keempat, integritas, memiliki sikap dan tindakan yang benar sehingga ia dihargai, dihormati, dan diberkati secara berlimpah-limpah (72:10-11, 15-17).

Pemazmur sungguh menyadari bahwa peranan seorang pemimpin/kepala pemerintahan (raja) adalah sebagai wakil Allah di dunia ini. Dengan demikian kepemimpinan yang berhasil adalah kepemimpinan yang pada akhirnya akan mampu membawa rakyatnya memuji Allah, melihat kemuliaanNya dinyatakan melalui sosok pemimpin yang mereka miliki. Dengan demikian, sebagai pemimpin, marilah kita menjadikan Allah sebagai sumber hikmat dan pertolongan saat kita memimpin.

REFLEKSI

Dalam kepemimpinan yang Anda jalankan sekarang ini, apakah ada godaan yang sering membuat Anda merasa tidak membawa (tidak mengkondisikan) orang makin dekat dengan Tuhan, melainkan justru menjadi batu sandungan? Dalam hal apakah itu?

TEKADKU

Ampunilah aku Tuhan karena aku lupa peranan sebagai pemimpin ini tugas yang sangat penting dariMu. Bukan semata untuk urusan-urusanku di dunia ini, kesuksesan pekerjaanku, pelayanan dlsb, melainkan aku ada pada posisi yang sangat strategis untuk dapat menuntun orang semakin dekat denganMu, bukan justru menuntut mereka memenuhi semua ego dan kepentingan diriku sendiri. Amin

TINDAKANKU

Lakukan 1 tindakan yang berlawanan dari hasil refleksi Anda tadi. Jadikan sebagai bukti usaha Anda menjalani peranan Anda sebagai pemimpin (keluarga, organisasi, pekerjaan) yang menuntun orang pada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«