suplemenGKI.com

Ulangan 30:11-20

PILIHAN DALAM HIDUP

 

PENGANTAR
Dalam hidup pada hakekatnya selalu bertemu dengan pilihan.  Terkadang orang bisa menjatuhkan pada pilihan yang memiliki kosekwensi tidak baik (tidak benar, berbahaya), walaupun sejak awal sudah tahu adanya konsekwensi itu.  Ada banyak hal penyebabnya; mungkin jabatan, materi, kepuasan, dll.  Dan terkadang dalam pilihan itu seseorang tidak lagi bisa menerima nasihat atau peringatan dari siapapun.  Bagaimana dengan bangsa Israel?

 PEMAHAMAN

  1. Umat Tuhan diperhadapkan pada dua pilihan.  Pilihan apakah itu? (ayat 15-20)
  2. Dua pilihan itu masing-masing mengandung konsekwensi (tanggungjawab, akibat).  Konsekwensi apakah itu? (ayat 15-20)
  3. Melalui Musa, Tuhan memberikan pilihan.  Tetapi sesungguhnya pilihan seperti apa yang Dia inginkan bagi umat-Nya? (ayat 19-20).  Bagaimana dengan pilihan kita?

Firman Tuhan yang kita baca menunjukkan umat Tuhan diperhadapkan pada pilihan kehidupan dan keberuntungan atau kematian dan kecelakaan (ayat15).  Pilihan ini merupakan sebagian isi perjanjian antara umat Israel dengan Musa di hadapan Allah di tanah Moab.  Dalam kondisi normal tentu pilihan akan jatuh pada alternatif yang pertama, yaitu kehidupan dan keberuntungan.  Sebab tidak ada seorangpun yang menginginkan kematian dan kecelakaan.  Untuk pilihan kehidupan dan keberuntungan, Tuhan memaparkan kepada umat-Nya adanya konsekwensi (tanggungjawab) yakni harus hidup mengasihi Tuhan Allah, serta menuruti jalan dan ketetapan-Nya secara mutlak.  Ini pasti tidak mudah!  Sebab, akan lebih mudah bagi mereka untuk hidup menurut kemauan mereka sendiri.  Itu berarti mereka lebih cenderung untuk hidup pada pilihan kedua yaitu kematian dan kecelakaan.  Sekali lagi Allah memperhadapkan Israel dengan pilihan janji berkat untuk ketaatan (ayat 15-16), atau ancaman kutuk untuk kekerasan hati mereka (ayat 17-18).

Kalau membaca perikop sebelumnya, kita menemukan bagaimana Musa sampai dua kali menggambarkan secara detail kutukan atau hukuman dari pelanggaran atas perjanjian ini (28:15-68 dan 29:16-28).  Dalam bacaan hari ini, Musa juga sampai dua kali menekankan atau lebih tepatnya ‘memaksakan’ pilihan yang pertama, yaitu kehidupan dan keberuntungan, untuk diambil oleh umat-Nya.  Sebab Musa mengerti (tahu, melihat, mengalami) sendiri bagaimana kedegilan hati bangsa Israel untuk mengikuti kehendak Tuhan.  Musa telah memimpin umat Tuhan itu lebih dari 40 tahun.  Sesungguhnya, pilihan yang ditegaskan Musa kepada umat-Nya ini sebagai alat refleksi atas kegagalan mereka mematuhi perjanjian yang telah mereka pilih sendiri ketika akan memasuki Tanah Perjanjian.

REFLEKSI
Memilih hidup mengasihi Tuhan, serta menuruti jalan dan ketetapan-Nya membawa kita memperoleh kehidupan dan keberuntungan bukan kematian dan kecelakaan.  Dan memilih memperoleh kehidupan dan keberuntungan adalah pilihan yang bernilai kekal. Membutuhkan upaya dalam hidup kita.

 TEKADKU
Tuhan tolonglah aku untuk dapat mengambil pilihan dengan tepat.  Pilihan yang membawaku untuk memperoleh kehidupan dan keberuntungan yang Engkau sediakan.  Tolonglah kekerasan hatiku! 

TINDAKANKU
Hari ini aku memilih untuk  ………. (mengampuni, mengaku salah, jujur, berkata-kata dengan baik) daripada memilih ……… (mendendam, menyimpan kesalahan, bohong, berkata-kata kasar) walaupun tidak mudah bagiku!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«