suplemenGKI.com

Yesaya 5:3-7

MENYADARI IDENTITAS DIRI

 

Pengantar
Berdasarkan ilmu psikologi salah satu aspek penting yang menyangkut identitas diri adalah kehidupan spiritual. Melalui kehidupan spiritual dapat diketahui identitas diri seseorang. Melalui kehidupan spiritual dapat diketahui pula kualitas hidup seorang individu. Jadi jika umat Allah hidup memberontak, tidak taat dan tidak setia, maka tidak layaklah identitas Israel sebagai umat pilhan. Namun bagaimanakah sikap Allah terhadap umat pilihan-Nya itu? Adakah Allah berkompromi terhadap gaya hidup Israel yang bertentangan dengan kehendakNya ataukah Allah memutuskan untuk menghukum umat-Nya? Nyanyian tentang kebun anggur akan memperlihatkan jawabannya.

Pemahaman
Ayat 3-4       Apakah harapan terbesar Allah kepada umat-Nya?

Ayat 5-7       Apa yang Allah rancangkan bagi umat yang hidup tidak berkenan dihadapan-Nya?

Israel tidak sepenuhnya menyadari identitas diri mereka sebagai bangsa pilihan. Tuntutan hidup spiritual atau kerohanian yang tinggi tidak mampu dikerjakan. Sikap hidup taat dan setia kepada Allah yang seharusnya diperlihatkan kepada bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Allah justru tidak terjadi. Mereka malah membiarkan diri hidup dalam ketidaktaatan dan ketidaksetiaan. Berlaku tidak adil, bersikap sewenang-wenang, menindas yang miskin dan lemah, menyembah dewa bangsa lain, merupakan tindakan nyata yang dilakukan umat pilihan Allah. Padahal Allah berharap Israel dapat menjaga dengan baik identitas diri mereka, agar bangsa yang tidak mengenal Allah menjadi percaya. Israel seharusnya dapat menjadi contoh bagi bangsa lain, namun yang terjadi justru sebaliknya. Dalam nyanyian kebun anggur, Yesaya menggunakan istilah “buah anggur yang asam” (ay.3-4)

Itulah mengapa Yesaya menyampaikan nyanyian kebun anggur. Nyanyian ini hendak hendak mengingatkan bahwa umat Allah telah hidup menyimpang dari kehendak Allah. Allah telah berulangkali mengingatkan melalui nabi-nabi-Nya. Namun teguran-teguran itu tidak digubris dan diabaikan oleh umat Allah. Oleh karenanya Allah akan menghukum mereka (ay.5-7)

Refleksi
Sudahkah aku menyadari identitas diri sebagai umat pilihan Allah dan pengikut Kristus? Sudahkah identitas diriku sejalan dengan tindakanku?

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami untuk hidup seturut dengan kehendak-Mu. Mampukan kami untuk menjadi saksi-Mu, agar semakin banyak orang mengenal-Mu dan karya keselamatan yang telah Engkau kerjakan dalam Yesus Kristus

Tindakanku
Menyediakan waktu untuk selalu mengevaluasi diri. Tekun membaca Alkitab. Melakukan hal-hal postif dan menghindari perbuatan negatif.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*