suplemenGKI.com

Ratapan 2:13-17

BELAJAR MENDENGAR TEGURAN & PERINGATAN

 

Pengantar
Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kitab Mazmur merupakan salah satu kitab yang paling banyak digemari atau dibaca oleh orang Kristen. Bahkan tidak sedikit bagian ayat dalam kitab Mazmur dipakai sebagai kutipan-kutipan untuk kepentingan berbagai hiasan. Namun percaya atau tidak, ada banyak orang senang membaca kitab Mazmur karena kata-kata dalam kitab ini lebih indah dan enak didengar dibanding kitab lain dalam Alkitab. Paling tidak apabila dibandingkan dengan kitab Ratapan, kitab Mazmur lebih disukai. Kitab Ratapan lebih banyak berisi tentang kesedihan dan penyesalan ketimbang puji-pujian yang indah.

Pemahaman

Ayat 13-14           Bagaimanakah situasi dan keadaan umat Allah setelah kehancuran Yerusalem ?

Ayat 15-17           Bagaimanakah sikap musuh-musuh Israel ?

Ratapan merupakan kumpulan nyanyian yang menggambarkan kesedihan dan penyesalan setelah hancurnya Yerusalem dan masa-masa dimana bangsa Israel dibawa ke Babel. Masa-masa kegelapan bangsa Israel. Masa-masa yang tidak akan pernah dilupakan oleh umat Allah hingga saat ini. Hancurnya kota Yerusalem menjadi momentum bagi umat Allah untuk melihat bahwa ternyata apa yang pernah dinubuatkan nabi-nabi selain Yeremia adalah nubuat palsu. Namun semua adalah kesia-siaan. Yang tersisa hanyalah penyesalan dan air mata.

Yerusalem dengan kemegahannya menjadi cerita lama. Tempat kediaman Allah hancur. Yerusalem dan bait suci tidak lagi bisa menjadi kebanggaan. Israel sebagai umat pilihan menjadi bahan tertawaan dan olok-olok musuh-musuh mereka. Semua itu terjadi karena Israel lebih senang mendengarkan nabi-nabi palsu yang menyampaikan nubuatan dengan kata-kata yang indah seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan mengabaikan suara Allah yang menegur keras kehidupan Israel yang menyimpang dari kebenaran dan keadilan.

Mendengarkan kata-kata yang indah dan enak di telinga memang sangat menyenangkan. Sebaliknya tidak ada satupun yang senang mendengar teguran dan peringatan dari Allah yang pedas dan menyakitkan. Ratapan mengingatkan umat Allah dimasa sekarang bahwa mendengarkan teguran dan peringatan untuk perbaikan diri sangatlah penting. Allah menghendaki umat senantiasa hidup dalam kebenaran dan keadilan.

Oleh karenanya diperlukan sikap yang terbuka untuk bersedia ditegur dan dievaluasi oleh Allah. Teguran dan peringatan tidak bertujuan untuk mencelakakan umat, teguran dan peringatan dari Allah justru menolong umat untuk melihat kembali esensi diri umat sebagai persekutuan yang telah ditebus dan diselamatkan.

Refleksi
Menjadi umat pilihan yang telah ditebus dan diselamatkan berarti bersedia memikul tanggungjawab untuk menyatakan kebenaran dan keadilan. Apabila sebagai umat pilihan kita hidup tidak memperlihatkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, lalu apakah artinya kita ditebus dan diselamatkan. Apabila sikap hidup masih mencerminkan sikap hidup orang-orang kegelapan, maka dimanakah letak perbedaan kita dengan mereka yang belum ditebus dan diselamatkan.

Tekadku
Mampukan kami untuk selalu terbuka dikoreksi dan ditegur oleh-MU ya Allah. Jangan biarkan hati kami tertutup oleh kedegilan hati kami.

Tindakanku
Secara rutin menyediakan waktu setiap hari membaca dan merenungkan firman Tuhan. Belajar mengevaluasi setiap hari apa yang sudah dikerjakan dan adakah yang dikerjakan atau lakukan menyinggung dan menyakiti hati Tuhan dan sesama. Belajar secara perlahan merubah sifat-sifat yang negatif

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«