suplemenGKI.com

Selasa, 3 Mei 2016

02/05/2016

TANTANGAN DALAM PEMBERITAAN INJIL (Bagian 2)

Kisah Para Rasul 16:19-34

 

PENGANTAR
Ada dua penyebab derita dalam pelayanan yaitu diri sendiri dan akibat bersaksi.  Menderita karena bersaksi berarti Tuhan mengijinkan tantangan dan hambatan terjadi.  Di dalam kendali-Nya, penderitaan itu justru memajukan pekabaran Injil karena menghasilkan pertumbuhan iman pewarta Injil dan membuka hati pendengar Injil.  Dalam perikop ini, bagaimana dampak kesetiaan Paulus dan Silas?  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN

Ayat 19-21: Apa alasan penganiayaan yang dilakukan kepada Paulus dan Silas?

Ayat 25: Bagaimana sikap Paulus dan Silas yang patut kita teladani?

Apa dampak kesetiaan Paulus dan Silas dalam pemberitaan Injil?

Maukah kita memiliki kesetiaan dalam pelayanan sehingga berdampak bagi orang lain?

Paulus dan Silas dijebloskan ke dalam penjara di Filipi karena kelicikan tuan-tuan dari hamba perempuan yang sudah bertobat, yang mengangkat hukum sebagai isu utama untuk menutupi isu ekonomi (ay.21).  Tuan-tuan itu kehilangan penghasilan, tetapi mereka mengajukan tuduhan bahwa Paulus dan Silas telah memberi pengajaran yang bertentangan dengan adat istiadat sebagai orang Rum (ay.20-21).  Sikap Paulus dan Silas ketika menghadapi penderitaan dalam pelayanan bukan bersungut-sungut dan menyesali panggilan Tuhan.  Sebaliknya, mereka memuliakan Tuhan dengan puji-pujian (ay.25).  Di dalam penjara, Paulus dan Silas tetap berdoa seperti yang diajarkan oleh Yesus (Luk.18:1) dan memuji Tuhan sebagai tanda keyakinan akan kuasa dan pertolongan Tuhan.  Sehingga mereka sanggup menaikkan pujian sukacita kepada-Nya.  Pujian di tengah penderitaan yang tidak seharusnya dialami itu menunjukkan iman mereka akan keselamatan dari-Nya.

Iman mereka terbukti ketika Tuhan mengirimkan gempa bumi yang membongkar semua belenggu para tahanan dan membuka seluruh pintu penjara.  Mereka tidak memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk melarikan diri (ay.28).  Sikap mereka itu menjadi kesaksian yang membuat kepala penjara dan seisi rumahnya bertobat (ay.30-34).  Sebaliknya Paulus memanfaatkan peristiwa pemenjaraan mereka untuk melindungi jemaat Filipi agar tidak mengalami hal serupa.  Mereka menuntut permintaan maaf dari para pejabat kota yang sudah menganiayanya.  Hal ini dimungkinkan sebab sebagai warga negara Roma, mereka berhak memperoleh perlakuan adil dalam hukum (ay.35-40).  Peristiwa itu dan firman Tuhan yang diberitakan Paulus membawa kepala penjara dan seluruh keluarganya kepada keselamatan.

REFLEKSI
Renungkan: Saat kita sedang menghadapi tantangan dan hambatan bahkan penderitaan karena melayani Tuhan, ingatlah bahwa ketekunan dan kesetiaan kita merupakan kesaksian bagi orang lain.  Upah dari kesaksian kita adalah jiwa-jiwa yang bertobat.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk terus setia, pakailah kesetiaanku menjadi berkat bagi sesama.

TINDAKANKU
Setia melayani dalam hal ……………., walaupun itu pekerjaan yang dianggap sederhana dan tidak banyak orang mau mengerjakannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»