suplemenGKI.com

Selasa, 3 Maret 2020

02/03/2020

Bacaan : Ibrani 4 : 14 – 5 : 10

Tema :  Setia seperti Yesus

PENGANTAR
Dengan kekuatan diri sendiri, tidak mungkin seseorang sanggup taat dan setia kepada Allah. Tantangan dan godaan yang berat dapat menyebabkan seseorang tidak setia kepada Allah. Itu sebabnya, banyak orang yang mengalami kegagalan dalam melaksanakan kehendak Allah karena menjalankannya dengan kekuatan sendiri. Dalam perjanjian lama, Tuhan Allah menyediakan perangkat keimaman dan seorang imam besar untuk menolong umat, agar umat mampu menjalani hidup dengan setia kepada Tuhan. Imam besar mewakili umat Allah yang lemah dan berdosa untuk mendapatkan pendamaian dari Tuhan Allah. Renungan hari ini akan melihat pribadi Yesus sebagai Imam Besar yang sejati.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana penulis surat Ibrani membuktikan bahwa Yesus adalah Imam Besar yang sempurna ? ( Ibr 4 : 14-16 )
  2. Apa saja yang harus dimiliki oleh seorang Imam Besar yang sejati ? Apakah Yesus memiliki kriteria tersebut ? ( Ibr 5 : 1-10 )
  3. Bagaimana sikap kita, memiliki Yesus Kristus sebagai Imam Besar yang sejati ?

Dalam bacaan kita hari ini dikatakan bahwa Yesus adalah Imam Besar yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa segala bangsa. Dalam Perjanjian Lama tugas Imam Besar adalah mempersembahkan korban pendamaian bagi dosa umatnya. Akan tetapi sebelum Imam Besar itu mempersembahkan korban pendamaian, ia terlebih dahulu harus mempersembahkan korban pendamaian bagi dirinya sendiri. Hal itu dimulai dari Imam Besar Harun dan diikuti oleh semua Imam Besar yang lain sampai kepada Yesus Kristus. Kristus juga mengadakan pendamaian bagi segala bangsa, akan tetapi yang membedakan dengan imam besar yang lain adalah bahwa Kristus tidak perlu mengadakan pendamaian bagi diri-Nya sendiri, karena sesungguhnya Ia tidak pernah berbuat dosa, bahkan Kristus mengorbankan Diri-Nya sendiri sebagai korban penebus dosa.

Dengan tegas penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar  yang sempurna. Alasannya adalah, pertama : Yesus Kristus adalah Imam besar Agung menurut peraturan Melkisedek (5:6). Kedua : Yesus melintasi semua langit atau langitpun terlalu kecil bagi-Nya. Ketiga : Yesus adalah Anak Allah. Kalau Yesus adalah Imam Besar yang sejati, apakah kriterianya ? Pertama : seorang imam diangkat demi kepentingan manusia untuk perkara yang berhubungan dengan Tuhan Allah. Kedua, Imam harus merasa satu dengan manusia dan menjalani semua yang dialami manusia. Ketiga : seorang imam diangkat oleh Allah. Nah Yesus memenuhi semua kriteria tersebut. Dan bahkan Yesus sang Imam Besar kita, turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.

Sebagai anak-anak Tuhan yang sudah didamaikan dosanya dan diampuni pelanggarannya oleh Kristus sang Imam Besar, sudahkah kita mengucap syukur kepada Dia ? Sudahkah kita hidup dengan benar dihadapan Tuhan, dengan pengertian tidak bermain-main dengan dosa lagi ? Bagaimana dengan anda ?

REFLEKSI
Marilah merenungkan : ingatlah, bahwa Kristus Sang Imam Besar kita, telah mendamaikan dosa-dosa kita. Bagaimana perasaan anda ketika anda datang menghampiri Kristus sang Imam Besar itu ? sudahkah anda mengucap syukur untuk hal itu ?

TEKADKU
Ya Tuhan, saya bersyukur kepada-Mu, buat pendamaian-Mu yang dilakukan Kristus sang Imam Besar

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan menjalani hidup saya dengan benar dihadapan Tuhan dan tidak bermain-main dengan dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»