suplemenGKI.com

Selasa, 3 Juli 2018

02/07/2018

MEMANDANG KEPADA TUHAN

Mazmur 123:1-2

 

Pengantar

Ku selalu memandang Tuhan, ku selalu memuji-Nya

Ku percaya kepada Tuhan, ku berharap kepada-Nya

Siang malam ku ingat Tuhan, kar’na Tuhan pelindungku

Sebab Dia ku tak ‘kan gentar menghadapi semua musuh 

Penggalan lirik lagu di atas mengungkapkan sikap yang dilakukan seseorang dalam menghadapi badai hidup, yaitu selalu memandang kepada Tuhan. Dengan selalu memandang dan berharap kepada Tuhan, maka ia akan terus maju dan tak gentar bersama dengan Tuhan. Orang yang senantiasa memandang kepada Tuhan, membuktikan bahwa ia adalah seorang yang mau bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Tuhan. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1             : Gelar apakah yang diberikan oleh pemazmur kepada Allah dalam doanya?
  • Ayat 2             : Bagaimana cara pemazmur memberikan gambaran tentang orang yang memandang Tuhan?

Mazmur 123 merupakan nyanyian ziarah yang mana ditulis pada suatu waktu ketika jemaat Allah yaitu Israel jatuh terpuruk dan diinjak-injak. Di ayat pertama, pemazmur mengatakan “kepada-Mu aku melayangkan mataku,” Kata “mata” dalam ayat 1-2 disebutkan sebanyak empat kali yang menunjukkan bahwa pemazmur sungguh-sungguh berharap kepada kebaikan Tuhan atas keterpurukan yang dialami oleh bangsanya. Pemazmur yang menyebut Allah dengan gelar “Engkau yang bersemayam di sorga”, meyakini bahwa Sorga adalah tempat yang mahatinggi dan mahakuasa. Dari sana-lah, Dia yang berdiam di dalamnya melihat semua kemalangan yang menimpa umat-Nya, akan datang untuk menyelamatkan mereka.

Orang yang memandang kepada Tuhan oleh pemazmur digambarkan seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya (ayat 2). Seorang hamba harus mengerti, menyimak, serta tanggap dalam melakukan apa yang diperintahkan oleh tuannya. Tuannya itu akan memberikan upah atas apa yang telah dilakukan oleh hambanya. Sang Tuan juga akan memberikan perlindungan dan didikan bagi para hambanya agar tunduk kepadanya. Gambaran yang diberikan oleh pemazmur ini memiliki makna bahwa orang yang memandang kepada Tuhan adalah orang yang berharap, bergantung penuh, serta tunduk pada Tuhan. Dalam seluruh kehidupannya, ia mau mempercayakan kepada Tuhan yang telah menciptakan dan memeliharanya.

Refleksi
Bagaimana sikap kita ketika menjalani liku-liku hidup ini? Memandang kepada Tuhan atau terus menerus terpuruk dalam ketidakberdayaan? Sikap memandang Tuhan mengingatkan kita akan pentingnya bergantung secara utuh kepada Tuhan. Dia-lah yang punya kendali atas hidup kita.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila aku lebih banyak mengeluh atas ketidakberdayaanku. Berikanku iman untuk tetap memandang Engkau sebagai perisai di hidupku.

Tindakanku
Untuk mengakhiri saat teduhku hari ini, aku akan menyanyikan NKB 128, “Ku berserah kepada Allah-ku”, sebagai tekad dan komitmen untuk tetap memandang kepada Tuhan dan bergantung penuh kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»