suplemenGKI.com

Roma 15:1-6

“Bebas, Tidak Bablas!”

 

PENGANTAR

Orang-orang percaya di Roma berselisih paham tentang pandangan-pandangan makanan dan hari-hari khusus. Mereka mulai saling mengkritik dan menghakimi. Yang dimaksud Paulus dengan golongan yang kuat adalah mereka yang mengerti bahwa iman Kristen tidak mempersoalkan soal makanan, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang masih memegang tradisi dan peraturan Yahudi sehingga hanya memakan sayur (14:1-2).

PEMAHAMAN

  1. Ayat 1: Terhadap perselisihan dua golongan ini, apa yang dinasihatkan Paulus?
  2. Ayat 2: Paulus berkata, “…kita harus mencari kesenangan sesama kita…”. Apakah itu berarti kita harus mengorbankan prinsip iman kita demi menyenangkan orang lain? (perhatikan batasan di ayat 2b)
  3. Ayat 3-4: Paulus mengajak mereka bercermin pada teladan Kristus. Apa yang harus dilakukan orang yang kuat imannya untuk menyelesaikan masalah ini?
  4. Ayat 5-6: Pesan apa yang tersirat melalui doa Paulus ini? (lihat juga 14: 19-21a).

 

Dalam nasihatnya kepada jemaat yang sedang berselisih soal boleh atau tidaknya memakan suatu makanan, Paulus menekankan tiga hal yaitu:

(i)        Kita tidak boleh jadi orang Kristen yang mementingkan diri sendiri dengan mengejar apa yang menyenangkan diri kita sendiri, meski itu bukan urusan dosa. Misal: peraturan soal makanan. Kita memang sudah dibebaskan dari peraturan/tradisi Yahudi, namun kebebasan itu bukan untuk dinikmati sendiri, apalagi bila itu membuat saudara seiman menjadi lemah imannya dan berselisih. Kebebasan atau kemerdekaan Kristen yang Tuhan berikan adalah untuk kesenangan orang lain, bukan menyenangkan mereka secara duniawi, tetapi dalam arti membangun iman orang lain, membawa mereka makin kenal Allah. Dengan kata lain, segala perbuatan kita harus dikaji ulang dampak dan akibatnya bagi orang lain. Kita tidak boleh cuek dan menutup mata.

(ii)      Berangkat dari sikap tidak mementingkan diri sendiri dan mau ikut memikirkan pertumbuhan iman orang lain, maka harus ada tindakan yang menyertai yaitu melepaskan hak-hak kita (kesenangan kita) demi pertumbuhan orang lain. Paulus mengajak kita bercermin pada Kristus yang selayaknya tidak pantas menerima cercaan, tapi Ia menerimanya demi keselamatan dunia.

(iii)     Tidak boleh lupa bahwa fokus kita adalah mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan saling membangun, sehingga dengan segala perbedaan yang ada kita bisa tetap memuliakan Allah.

 

REFLEKSI

Apakah Anda juga menemukan adanya perbedaan-perbedaan pendapat mengenai iman Kristen di kalangan orang Kristen sendiri? Sikap apa yang Anda ambil?

 

TEKADKU

Tolong aku Tuhan untuk bersikap bijaksana dengan segala kebebasanku, agar tidak justru menjadi batu sandungan bagi orang lain. Amin.

 

TINDAKANKU

Meninggalkan kebiasaan/hal-hal yang menjadi kesenangan kita yang mungkin tidak masalah bagi kita tetapi selama ini selalu dikeluhkan oleh orang-orang di sekitar kita sebab mengganggu pertumbuhan iman orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«